Jumat, 16 Desember 2011

kunci IPA biologi 2


KUNCI JAWABAN


BAB 1 Pertumbuhan dan Perkembangan

I. Uji PPK

A. Pilihan Ganda
1. b          6.    c               11.    a             16.    d             21.    c             26.    c                        
2.  a          7.    c               12.    c             17.    a             22.    c             27.    b
3.  d          8.    c               13.    d             18.    b             23.    d             28.    a
4.  c          9.    b               14.    d             19.    c             24.    a             29.    b
5.  d          10.  b               15.    a             20.    b             25.    d             30.    c

B. Esai
1.    Pertumbuhan ditandai dengan penambahan jumlah atau ukuran, sedangkan perkembangan ditandai dengan pematangan fungsi.
2.    Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup terdiri atas faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam makhluk hidup itu sendiri, yaitu berupa gen dan hormon. Gen adalah pembawa sifat yang diturunkan oleh induk ke keturunannya, sehingga pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup dipengaruhi oleh sifat induk yang diturunkan kepadanya. Hormon berpengaruh pada metabolisme tubuh sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar, yaitu berupa nutrisi dan lingkungan. Nutrisi diperlukan untuk metabolisme sel sehingga pertumbuhan serta perkembangan dipengaruhi oleh jumlah nutrisi yang tersedia. Lingkungan juga mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, misalnya suhu, cahaya, dsb.
3.    Faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan makhluk hidup misalnya suhu udara, cahaya, dan kelembapan. Setiap makhluk hidup memiliki suhu udara optimum yang berbeda yang dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangannya secara optimum juga. Cahaya pada tumbuhan dapat menghambat pertumbuhan. Tingkat kelembapan yang sesuai juga akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, terutama tumbuhan.
4.    Tiga daerah pertumbuhan tersebut adalah daerah pembelahan, daerah pemanjangan, dan daerah diferensiasi. Daerah pembelahan merupakan tempat terjadinya pembelahan sel, letaknya paling ujung. Daerah pemanjangan merupakan tempat penambahan ukuran sel-sel hasil pembelahan di daerah pembelahan. Daerah diferensiasi merupakan tempat terjadinya diferensiasi sel, letaknya di belakang daerah pemanjangan.
5.    Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan akibat kegiatan jaringan kambium yang sifat selnya selalu aktif membelah (meristematik). Contoh tumbuhan yang mengalami pertumbuhan sekunder adalah tumbuhan pinus, jeruk, dan mangga.
6.    Pada akar, pertumbuhan paling cepat terjadi pada pangkal akar, yaitu daerah pembelahan.
7.    Sebab tumbuhan memiliki pertumbuhan yang tidak terbatas sedangkan hewan dan manusia memiliki pertumbuhan yang terbatas.

8.    Zigot akan mengalami pembelahan secara mitosis melalui proses yang disebut cleavage. Cleavage akan menghasilkan sel-sel anak yang terkumpul menjadi satu kesatuan seperti buah anggur yang disebut morula. Morula akan menjadi blastula yang berongga melalui proses blastulasi. Blastula akan menjadi gastrula melalui proses gastrulasi. Pada gastrulasi, terbentuk tiga lapisan embrionik, yaitu eksoderm, mesoderm, dan endoderm. Selanjutnya, terjadi proses organogenesis, yaitu proses pembentukan organ-organ tubuh melalui diferensiasi lapisan embrionik sehingga dihasilkan janin dengan bentuk yang sempurna.
9.    Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi setelah masa embrio. Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi terutama berupa penyempurnaan alat-alat reproduksi.
10.  Metamorfosis adalah perubahan bentuk tubuh yang dialami oleh hewan dari tahap larva hingga mencapai bentuk dewasa. Metagenesis adalah pergiliran generasi melewati fase aseksual dan seksual.
11.
Metamorfosis
Metagenesis
- perubahan bentuk tubuh
- terjadi pada satu individu
- perubahan cara reproduksi (aseksual dan seksual)
- merupakan pergiliran pada beberapa generasi/keturunan
12.  Janin pada bulan ketiga telah memiliki semua organ tubuh sehingga pertumbuhannya berupa pertambahan panjang, berat, dan besar.
13.  Pinggul dan payudara membesar, tumbuh rambut di ketiak, kulit menjadi lebih halus.
14.  Remaja laki-laki menunjukkan ciri-ciri seks sekunder yang berbeda dari remaja perempuan. Pada remaja laki-laki, ciri seks sekunder berupa tumbuhnya kumis, jakun, dan cambang, suara menjadi besar, otot menjadi besar (kekar), dada lebih lapang atau bidang.
 15. Organ-organ tubuh manusia yang usianya lanjut biasanya mulai lemah, pigmentasi rambut kepala berkurang sehingga tampak putih, gigi mulai tanggal, daya penglihatan melemah, kulit menjadi keriput.
16.  Seorang perempuan mengalami menstruasi karena sistem reproduksinya telah menghasilkan sel telur. Satu sel telur dihasilkan setiap bulan, dan jika tidak dibuahi sperma, akan menyebabkan dinding rahim yang sebelumnya menebal untuk mempersiapkan adanya janin menjadi meluruh. Peluruhan ini menghasilkan darah menstruasi. Menstruasi pada perempuan merupakan tanda bahwa sistem reproduksinya berfungsi secara normal.
17.  Secara biologi, organisme disebut dewasa bila telah menghasilkan sel-sel kelamin.
18.  Remaja di masa SMP umumnya berusia 11 - 15 tahun. Usia tersebut umumnya berada pada masa pubertas, sebab akan mulai muncul ciri-ciri seks sekunder, terjadinya spermatogenesis pada pria dan pada wanita terjadi oogenesis yang ditandai dengan menstruasi pertama.
19.  Manusia pada masa pubertas telah menunjukkan adanya ciri-ciri seks sekunder yang tidak ditemukan pada masa anak-anak. Pada masa pubertas, manusia juga telah menghasilkan sel kelamin.
20.  Perempuan mengalami menopause sebab jumlah sel telur yang dimiliki perempuan terbatas. Ketika sel telur yang dimiliki perempuan telah habis, tidak akan terjadi lagi menstruasi sehingga terjadi masa menopause.

II.   Kinerja Ilmiah

1. a. Rata-rata tinggi teman laki-laki                 : 134 cm
       Rata-rata tinggi teman perempuan             : 147 cm
       Perbandingan = 134 : 147

       Rata-rata berat badan teman laki-laki        : 39 kg
       Rata-rata berat badan teman perempuan   : 43 kg
       Perbandingan = 39 : 43

   b. Ya, hasil percobaan sesuai dengan hipotesis. Hal tersebut disebabkan perempuan umumnya mengalami pubertas lebih cepat dari laki-laki. Pada usia pubertas pertumbuhan menjadi lebih pesat sehingga tinggi dan berat badan perempuan cenderung lebih dari laki-laki di usia yang sama.

   c. Faktor hormonal, genetis, dan nutrisi.

2. a. Tanaman miyana pada perlakuan pertama tumbuh subur sebab tanah humus mengandung banyak senyawa anorganik yang dibutuhkan tumbuhan untuk tumbuh. Senyawa anorganik merupakan nutrisi bagi tumbuhan. Nutrisi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan. Tanah liat mengandung lebih sedikit nutrisi sehingga tanaman tidak dapat tumbuh subur.        

   b. Kesimpulan: Nutrisi merupakan faktor yang sangat dibutuhkan tumbuhan untuk dapat tumbuh subur.



3. a. Katak A dan B      : berudu
       Katak C                : katak dewasa
       Katak D                : katak muda

b.      Telur à Berudu à katak muda à katak dewasa

c. (Sesuai hasil pencarian siswa)



BAB 2 Sistem Gerak

I.  Uji PPK

A. Pilihan Ganda
1.  d                      6.    d               11.   b              16.   a 
2.  b                      7.    c               12.   d              17.   c
3.  b                      8.    b               13.   c              18.   a
4.  a                      9.    c               14.   a              19.   c
5.  a                      10.  a               15.   b              20.   a

B. Esai
1.    Membuat gerakan tubuh, memberi bentuk tubuh, melindungi organ tubuh yang penting.
2.    Tulang yang menyusun rangka tubuh dibagi atas tulang tengkorak, tulang badan, dan tulang anggota gerak. Tulang badan dibagi atas tulang belakang, tulang dada, tulang rusuk, tulang gelang bahu, dan tulang gelang panggul.
3.    a.  Tengkorak melindungi otak.
       b.  Tulang belakang melindungi organ tubuh  yang letaknya di rongga tubuh bagian belakang,   seperti ginjal.
       c.  Tulang dada melindungi organ yang letaknya di rongga dada, seperti jantung, hati, dan lain-lain.
4.    a.  hulu                                        d.  tulang rusuk palsu
       b.  badan                                      e.  tulang rusuk sejati
       c.  taju pedang                             f.  tulang rusuk melayang.
5.    Tulang pendek:    berbentuk silinder kecil (bulat pendek), contohnya ruas-ruas tulang belakang, tulang pergelangan kaki dan tangan.
       Tulang pipih:        berbentuk pipih dan lebar, contohnya tulang dada, tulang rusuk, dan tulang tempurung kepala.
       Tulang pipa:         berbentuk panjang seperti pipa, contohnya tulang paha, tulang betis, dan tulang lengan atas.
6.    Sendi peluru, contohnya sendi antara tulang pinggul dengan tulang paha. Sendi engsel, contohnya sendi pada lutut. Sendi putar, contohnya sendi antara tulang atlas dengan tulang tengkorak. Sendi pelana, contohnya sendi antara tulang telapak tangan dengan ruas jari tangan. Sendi geser, contohnya sendi pada tulang pergelangan kaki.
7.    Sendi peluru, sendi yang memungkinkan terjadinya gerak ke segala arah; sendi putar, sendi yang memungkinkan terjadinya gerak rotasi (memutar); sendi pelana, sendi yang memungkinkan terjadinya gerak dua arah.
8.    a.  Untuk mengetahui lokasi terjadinya patah tulang dan bagaimana kondisinya.
       b.  Agar tulang yang patah tidak bergeser sehingga proses penyambungan tulang dapat terjadi.
9.    a.  Tulang lengan atas                  d.  Tulang pergelangan tangan
       b.  Tulang pengumpil                   e.  Tulang telapak tangan
       c.  Tulang hasta                            f.  Tulang jari-jari tangan




10.
Perbedaan
Otot lurik
Otot jantung
Bentuk
Panjang, silindris
Panjang, silindris, bercabang-cabang
Inti sel
Jumlahnya banyak, terletak di tepi sel
Jumlahnya banyak, terletak di tengah serabut
Kerja
Dipengaruhi kesadaran
Tidak dipengaruhi kesadaran
Gerak dan ketahanan
Cepat, tidak teratur, cepat lelah
Teratur dan tidak cepat lelah
11.  Tubuh tidak akan memiliki bentuk, tidak bisa berdiri, berjalan, dan melakukan gerakan-gerakan lain. Selain itu, organ tubuh tidak terlindungi sehingga mudah terluka.
12.  Otot disebut alat gerak aktif karena otot yang sebenarnya menggerakkan tulang, sementara tulang tidak dapat bergerak sendiri. Tulang hanya merupakan tempat menempel otot dan digerakkan oleh otot sehingga disebut alat gerak pasif.
13.  Otot yang bekerja antagonis pada lengan adalah otot trisep dan bisep. Jika otot trisep berkontraksi, otot bisep akan relaksasi, sementara jika otot trisep relaksasi, otot bisep akan berkontraksi.
14.  Gangguan akibat infeksi, disebabkan bakteri atau virus. Gangguan akibat aktivitas, disebabkan kelelahan pada otot. Gangguan akibat pengaruh genetis, disebabkan gen yang diwariskan dari orang tua.
15.  Radang sendi, patah tulang, rakitis, lordosis, kifosis, skoliosis, dan lain-lain.
16.  Ikan bergerak dengan cara menggoyangkan ekor dari satu sisi ke sisi yang lain. Ekor akan menyapu air sehingga ikan bergerak maju.
17.  Reptil yang tidak memiliki tungkai bergerak dengan cara merayap, yaitu tubuhnya menekan benda atau tanah sehingga dapat bergerak.
18.  Sebab tulang rusuk pada ular tidak melekat pada tulang dada dan tulang belakang sehingga rongga dadanya dapat mengembang maksimal.
19.  Karena burung memiliki bulu-bulu yang membantu menjaga keseimbangan tubuhnya saat terbang.
20.  Kuda bergerak dengan menggunakan keempat kakinya, kaki belakang yang menekan tanah sehingga kuda bergerak maju.

II.   Kinerja Ilmiah

Text Box: Jumlah korban meninggal dunia1. a.    Diagram batang:
Jenis cedera
 



  
 
  b.  Berdasarkan diagram batang, dapat dilihat bahwa jumlah korban meninggal dunia terbesar karena cedera patah tulang leher dan retak tulang tengkorak. Hal ini disebabkan kedua tulang tersebut berhubungan dengan sistem saraf yang sangat penting bagi hidup manusia. Tulang tengkorak melindungi organ otak yang mengatur semua sistem tubuh kita sedangkan tulang leher melindungi saraf yang terhubung ke otak. Kerusakan pada tulang tersebut beresiko juga pada kerusakan organ yang dilindunginya, yang dapat menyebabkan kematian.
BAB 3 Sistem Pencernaan

I.  Uji PPK

A. Pilihan Ganda
1.  c                      6.    a               11.   d              16.   b 
2.  b                      7.    d               12.   d              17.   c
3.  a                      8.    c               13.   d              18.   b
4.  b                      9.    a               14.   c              19.   c
5.  d                      10.  b               15.   d              20.   a

B. Esai
1.    Proses pencernaan makanan adalah proses mencerna zat makanan yang terjadi di dalam tubuh, agar menjadi bentuk yang lebih sederhana sehingga dapat diserap oleh tubuh. Proses pencernaan pada manusia dapat terjadi secara mekanik dan kimiawi.
2.    Proses pencernaan mekanik adalah proses perubahan makanan dari bentuk besar menjadi bentuk yang lebih kecil dan halus dengan perlakuan fisik.
3.    a.  Email gigi                                f.  Tulang gigi
       b.  Sumsum gigi                           g.  Akar gigi
       c.  Gusi                                        h.  Leher gigi
       d.  Saraf                                       i.   Mahkota gigi
       e.  Pembuluh darah
4.    Karbohidrat, contohnya beras, jagung, sagu, gandum,singkong; lemak, contohnya daging, telur, susu; protein, contohnya ikan, telur, susu, kacang-kacangan.
5.    Sebab lambung melakukan gerak mengaduk yang terus-menerus baik saat terisi makanan atau tidak, sehingga ketika perut tidak berisi makanan gerakan ini akan mengakibatkan perut perih karena terkena dinding-dinding lambung sendiri.
6.    Amilopsin berfungsi mengubah amilum menjadi maltosa, steapsin mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol, tripsin mengubah protein dan pepton menjadi dipeptida dan asam amino.
7.    Protein dan karbohidrat akan dipecah oleh enzim-enzim yang dihasilkan pankreas menjadi bentuk yang lebih sederhana sehingga dapat diserap usus, yaitu protein dipecah menjadi asam amino dan peptida sementara karbohidrat dipecah jadi gula sederhana.
8.    Makanan dari mulut masuk ke kerongkongan, lalu ke perut besar dan perut jala. Di perut besar dan perut jala terjadi proses fermentasi selulosa oleh enzim selulase yang dihasilkan bakteri dan mikroorganisme lain yang ada di lambung hewan tersebut. Makanan tersebut kemudian akan dimuntahkan kembali ke dalam mulut untuk dikunyah kedua kalinya. Selanjutnya makanan masuk ke perut kitab melalui perut besar dan perut jala dan dicerna secara mekanik di dalamnya. Dari perut kitab makanan masuk ke perut masam dan dicerna dengan enzim pencernaan. Makanan kemudian masuk ke usus halus untuk diserap dan sisanya dikeluarkan melalui anus.
9.    Diberi minum garam oralit atau larutan garam gula.
10.  Banyak minum air putih dan makanan berserat.

11.  Salah, sebab karbohidrat diperlukan tubuh untuk menghasilkan energi. Tidak memakan karbohidrat sama sekali akan mengganggu metabolisme tubuh dan tubuh bisa kekurangan nutrisi.
12.  Serat yang cukup menyebabkan makanan mengandung banyak air sehingga usus besar dapat menyerap cukup air tanpa menyebabkan sisa makanan menjadi kering. Sisa makanan yang berserat akan mudah dikeluarkan melalui anus.
13.  Perut berbunyi karena adanya aktivitas organ-organ pencernaan yang terus bekerja meski tidak ada makanan.
14.  Tergantung komposisi yoghurt dan es krim tersebut, apakah mengandung bahan-bahan aditif, dan bahan mentah yang digunakan alami atau sintetis.
15. Pandan (warna hijau), suji (warna hijau), kunyit (warna kuning).


II.  Kinerja Ilmiah 

1. a.    
Alat Pencernaan
Enzim
Fungsi
Mulut
Ptialin
Mengubah karbohidrat menjadi gula yang lebih sederhana (maltosa)
Lambung
Renin
Menggumpalkan protein susu (kasein)
Pepsin (pepsinogen)
Memecah protein menjadi pepton dan protease
Pankreas
Amilopsin
Mengubah amilum menjadi maltosa
Steapsin
Mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol
Tripsin (tripsinogen)
Mengubah protein dan pepton menjadi dipeptida dan asam amino yang siap diserap oleh usus halus
Usus halus
Maltase
Mengubah maltosa menjadi glukosa
Laktase
Mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa
Sukrase
Mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
Tripsin
Mengubah pepton menjadi asam amino
Enterokinase
Mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin
  
   b.  Makanan  à Mulut          à Kerongkongan  à Lambung                  à  Usus dua belas jari
                             - pencernaan                                                     - pencernaan
                                       mekanik dan                                                       mekanik
                                       kimiawi

           à Usus halus         à Usus besar       à Anus
             - penyerapan                   - penyerapan
                   sari makanan                  air
                  dan pencernaan
                  kimiawi

2. a. (Sesuai jawaban siswa)
    b. i. Mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat atau lemak (yang kandungan energinya tinggi).
        ii. Berolahraga.



Bab 4 Sistem Pernapasan

Uji PPK
A. Pilihan Ganda
1.  c                      6.    b               11.   a             
2.  b                      7.    b               12.   b             
3.  b                      8.    a               13.   a             
4.  d                      9.    d               14.   d             
5.  b                      10.  c               15.   b             

B. Esai
1.    Pernapasan eksternal adalah pertukaran oksigen dan karbon dioksida yang terjadi antara udara dalam gelembung paru-paru dengan darah dalam kapiler. Pernapasan internal adalah pertukaran oksigen dan karbon dioksida yang terjadi antara udara dalam kapiler dengan sel-sel jaringan tubuh.
2.    Saat manusia bernapas, udara masuk melalui rongga hidung, menuju faring, laring trakea, bronkus, dan masuk ke alveolus di paru-paru. Di alveolus terjadi pertukaran gas melalui pembuluh-pembuluh darah di alveolus. Selanjutnya udara keluar dari paru-paru dan keluar dari tubuh melalui rongga hidung.
3.    Gambar tersebut merupakan proses ekspirasi yang terjadi pada pernapasan perut dan pernapasan dada. Pada pernapasan perut, saat ekspirasi otot diafragma akan mengalami relaksasi. Hal tersebut mengakibatkan rongga dada mengecil sehingga tekanan paru-paru meningkat, dan udara dari paru-paru akan terdorong ke luar. Pada pernapasan dada, saat ekspirasi otot antar tulang rusuk akan mengalami relaksasi. Hal tersebut menyebabkan tulang rusuk tertekan sehingga udara terdorong ke luar.
4.    a.  mencegah agar makanan yang sedang ditelan tidak masuk ke tenggorokan (saluran pernapasan), tetapi menuju ke kerongkongan (saluran pencernaan).
       b.  melapisi/membungkus paru-paru
       c.  membatasi paru-paru dengan rongga perut dan membantu proses pernapasan.
5.    a.  A. laring         B.   alveolus           C.   bronkus           D.  diafragma
            b.                   (i)-D                       (ii)-C                      (iii)-A     (iv)-B
6.    a.  bagian 3 dan 4
       b.  bagian 1 dan 2
7.    Sebab salah satu jalur masuknya virus tersebut ke dalam tubuh adalah melalui udara yang terhirup oleh hidung. Masker yang sesuai untuk digunakan sebagai pencegah penularan virus SARS memiliki pori-pori yang sangat kecil sehingga dapat menjadi penyaring bagi virus SARS.
8.    Tar, nikotin, karbon monoksida.
9.    Kanker paru-paru, dapat disebabkan senyawa karsinogen (pemicu kanker) benzopiren yang terdapat pada rokok. Penderita kanker paru-paru akan memiliki napas pendek, batuk lendir dan darah, serta dapat berujung pada kematian. Penyakit lain misalnya: bronkitis, emfisema, jantung.
10. Sebab paus dan lumba-lumba merupakan jenis hewan mamalia yang memiliki alat pernapasan paru-paru, sedangkan ikan tuna dan hiu merupakan jenis hewan pisces/ikan yang bernapas dengan insang.

II.   Kinerja Ilmiah

1. a. Hal tersebut disebabkan rongga hidung memiliki rambut dan lendir yang berfungsi menyaring udara dari debu yang masuk bersama udara. Debu akan tertahan di rongga hidung sehingga rongga hidung menjadi kotor.
    b.     Bronkitis adalah peradangan pada bronkus atau bronkiolus. Debu dapat menyebabkan bronkitis sebab debu dapat mengiritasi silia (rambut-rambut halus) yang terdapat dalam bronkus dan bronkiolus. Gejala penyakit tersebut adalah batuk, demam, dan sakit di bagian dada. Bronkitis dapat dicegah dengan menggunakan masker atau saputangan jika berada di udara yang banyak mengandung polutan, menghindari menghirup udara yang tercemar, dan tidak merokok.
2.                          O2 
         O2                       Rongga hidung  à  Faring  à  Laring  à  Trakea  à Bronkus  à Bronkiolus à Alveolus
                           O2 
                                                                                                                                                                                           Paru-paru
         à Pembuluh darah  à Sel-sel tubuh

                                                                       

Bab 5 Sistem Peredaran Darah


I.    Uji PPK

A.  Pilihan Ganda
1.  a                      6.    d               11.   a              16.   d 
2.  a                      7.    b               12.   a              17.   a
3.  d                      8.    c               13.   a              18.   d
4.  b                      9.    b               14.   b              19.   b
5.  d                      10.  c               15.   c              20.   a

B.  Esai
1.    Fungsi darah:
a.  Alat pengangkut,
b   Alat pertahanan tubuh terhadap penyakit,
c.  Alat pengatur suhu tubuh, dan
d.  Pembekuan darah.
2.    X ® Leukosit (sel darah putih),
       Y ® Eritrosit (sel darah merah), dan
       Z ® Plasma darah.
3.     Dataran tinggi memiliki kerapatan udara yang rendah (termasuk oksigen), sehingga dibutuhkan sel darah yang lebih banyak agar dapat mengikat oksigen.
4.     Darah dari seluruh tubuh ® Serambi kanan ® Bilik kanan ® Paru-paru ® Serambi kiri ® Bilik kiri ® Seluruh tubuh.
5.    Karena bilik kiri jantung akan memompa darah dari jantung menuju seluruh tubuh.
6.
Pembuluh nadi
Pembuluh balik
Membawa darah yang berasal dari jantung
Membawa darah menuju jantung
Otot pada dinding pembuluh darah tebal
Otot pada dinding pembuluh darah tidak terlalu tebal
Darah kaya O2 (kecuali arteri pulmo)
Darah kaya CO2 (kecuali vena pulmo)
Memiliki katup bulan sabit
Tidak memiliki katup bulan sabit
Terletak pada bagian dalam permukaan tubuh
Terletak pada bagian atas permukaan tubuh
7.    Untuk menghindari proses aglutinasi ketika melakukan proses tranfusi darah akibat tidak cocoknya golongan darah.
8.    Penyebab kurang darah:
       a.  Malaria,
       b.  Penderita penyakit cacing tambang, dan
       c.  Kekurangan zat besi.
9.    Hal tersebut dapat karena:
       Kehilangan banyak darah menyebabkan tubuh korban tidak dapat mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh sehingga sel-sel tubuh kekurangan oksigen.
10.  Cara penanggulangan:
       a.  Anemia: makan makanan yang mengandung zat besi tinggi
       b.  Leukimia: kemoterapi, terapi radiasi, terapi biologi, pencangkokan sumsum tulang
       c.  Koronariasis: Tidak makan makanan yang berkolesterol tinggi, operasi

II.   Kinerja Ilmiah

1. a.     Untuk mengetahui tekanan darah seseorang, dapat diukur tekanan darahnya dengan menggunakan alat tensimeter.  Dengan tensimeter, dapat diukur tekanan sistol dan diastol. Seseorang dengan tekanan darah normal memiliki tekanan sistol ± 120 mmHg dan tekanan diastol ± 80 mmHg.
    b.     Berdasarkan tekanan sistol dan diastol pasien serta gejala penyakitnya, pasien tersebut menderita hipertensi (tekanan darah tinggi). Penyebabnya antara lain karena faktor usia, kegemukan, dan keturunan. Hipertensi dapat disembuhkan dengan diet rendah garam dan lemak, tidak merokok, tidak minum minuman beralkohol, olahraga teratur, dan istirahat bila lelah atau tegang.
2. a. Langkah yang penting dilakukan:
       - Mengecek golongan darah donor dan resipien untuk memastikan kecocokkan golongan darah.
       - Memastikan darah yang akan ditransfusikan bebas dari virus atau bibit penyakit agar resipien tidak tertular penyakit.
    b.
Golongan Darah
Pasien
Ami
A
Imam
B
Indah
O
Bunga
AB
Donor
AB
X
X
X
V
O
V
V
V
V
 Ket: X = tidak dapat menerima donor
        V = dapat menerima donor
      
                                               
Bab 6 Struktur dan Fungsi Tubuh Tumbuhan

Uji PPK
A.  Pilihan Ganda
1.  d                      6.    a               11.   d              16.   b              21.   c 
2.  a                      7.    b               12.   b              17.   d              22.   d
3.  b                      8.    d               13.   b              18.   c              23.   a
4.  d                      9.    c               14.   c              19.   b              24.   b
5.  c                      10.  c               15.   a              20.   b              25.   a

B.  Esai
1.    Pohon jati merupakan tanaman dikotil yang memiliki kambium. Kambium akan terus berkembang menghasilkan berkas pembuluh sekunder, sehingga batang akan semakin membesar. Sebaliknya, bayam termasuk tumbuhan monokotil. Tumbuhan monokotil tidak memiliki kambium, sehingga pertumbuhan batang tidak akan besar.
2.    a.  Epidermis,                               c.  Floem,
       b.  Korteks,                                  d.  Xilem.
3.    Dengan cara memasukkan daun ke dalam air panasdan memperhatikan dari bagian mana gelembung udara yang berasal dari daun akan keluar.
4.    Digambar oleh siswa (lihat gambar di buku teks, Gambar 6.16a hal. 161).
5.    Dengan cara memperhatikan ujung-ujung daun tumbuhan di pagi hari. Akan terlihat tetesan air hasil transpirasi tumbuhan.
6.    Untuk membuktikan bahwa daya isap daun memiliki peranan penting dalam transportasi air dan mineral dalam tubuh tumbuhan. Adanya daun menyebabkan transpor air dan mineral semakin cepat, sehingga tumbuhan pacar air yang memiliki daun akan mentranspor larutan lebih cepat dibandingkan tumbuhan pacar air yang telah dipangkas daunnya.
7.    Tumbuhan a, karena luas permukaan tumbuhan a lebih besar daripada tumbuhan b.
8.    Rambut-rambut akar sangat penting dalam pengangkutan air dan mineral. Organ tumbuhan tersebut memiliki struktur yang halus dan rapuh. Dikhawatirkan jika dipindahkan dengan cara membersihkan tanah yang ada di sekitar tumbuhan akan mengakibatkan bulu-bulu akar tercabut.
9.    a.  Kepala putik                           e.  Tangkai sari
       b.  Tangkai putik                          f.  Mahkota bunga (corolla)
       c.  Bakal buah                              g.  Kelopak bunga (calyx)
       d.  Kepala sari
10.  a.  Mahkota bunga  :   menarik serangga
       b.  Kelopak bunga   :   melindungi kuncup bunga
       c   Benang sari        :   menghasilkan sel kelamin jantan
       d.  Putik                  :   membentuk sel telur (ovum)
11.  Buah tunggal           :   buah yang dibentuk oleh satu bakal buah.
       Buah agregat           :   buah yang dibentuk oleh banyak bakal buah dari satu bunga.
       Buah majemuk       :   buah yang dibentuk oleh banyak bakal buah dari banyak bunga.
12.  Karena buah tersebut terbentuk dari bakal buah dan bagian-bagian tertentu dari bunga ikut berkembang menyerupai buah. Contoh: arbei, apel, nangka, dan jambu mede.
13.  A. Kulit biji            :    melindungi biji.
       B. Embrio               :    calon tumbuhan baru.
       C. Endosperm        :    cadangan makanan embrio.
       D. Hilus                  :    pusat biji (bekas menempelnya tali pusat).
14.  Hama adalah hewan yang merusak tanaman atau hasil tanaman karena aktivitas hidupnya, terutama aktivitas untuk memperoleh makanan. Apabila siklus kehidupan hewan tersebut tidak merusak tumbuhan, maka hewan tersebut bukan hama.
15.  Hama:       Hewan perusak tanaman yang berukuran makroskopis. Contoh: wereng coklat, walang sangit, kutu daun, dan lain-lain.
       Penyakit:  Gangguan tanaman karena mikroorganisme. Contoh: CVPD, mosaik pada tembakau, rebah kecambah, dan lain-lain.
II.   Kinerja Ilmiah

1. Kertas kobalt klorida yang ada di permukaan bawah daun akan lebih cepat berwarna merah dibandingkan kertas kobalt klorida di permukaan atas daun.
    Hal tersebut disebabkan permukaan bawah daun memiliki stomata lebih banyak dibandingkan di permukaan atas daun. Daun melakukan proses transpirasi, yaitu pengeluaran uap air melalui stomata, sehingga bagian permukaan bawah daun akan mengeluarkan uap air lebih banyak dan menyebabkan kertas kobalt klorida lebih cepat basah.

2. Yang perlu dilakukan : Mengamati bagian-bagian tumbuhan yang dapat langsung diamati (morfologi), yang dapat menunjukkan ciri monokotil atau dikotil, seperti bentuk daun, batang, bunga, dan biji atau buah. Jika diperbolehkan, sedikit bagian tumbuhan tersebut dapat diambil untuk diamati anatominya.

    Perbedaan ciri monokotil dan dikotil:
Bagian tumbuhan
Monokotil
Dikotil
Batang
Umumnya tidak bercabang
Umumnya bercabang banyak
Tidak memiliki kambium
Memiliki kambium
Berkas pembuluh tersebar
Berkas pembuluh teratur
Daun
Tulang daun menyirip atau menjari
Tulang daun sejajar atau melengkung
Akar
Serabut
Tunggang
Bunga
Perhiasan bunga kelipatan tiga
Perhiasan bunga kelipatan dua, empat, atau lima
Biji
Keping tunggal
Keping ganda



Bab 7 Fotosintesis

I.    Uji PPK

A.  Pilihan Ganda
1.  a                      6.   d
2.  a                      7.   d
3.  a                      8.   c
4.  c                      9.   c
5.  b                      10. b

B.  Esai
                                              cahaya matahari
1.    Reaksi terang:  Air (H2O)                              H+   +   OH-   +   energi
                                                                      enzim
       Reaksi gelap:  energi   +   H+   +   CO2                         Glukosa (C6H12O6)
2.    Dengan cara meneteskan larutan iodin pada daun yang telah direbus dengan air, alkohol dan sebelumnya terpapar sinar matahari.
3.    a.  CO2                      :    sebagai bahan baku pembuatan glukosa.
        b. Intensitas cahaya  :    sebagai sumber energi penguraian molekul air (H2O).
        c. Suhu                     :    mengoptimalkan kerja enzim pada proses fotosintesis.
4.    Tumbuhan selalu melakukan transpirasi, sehingga penguapan akan terus terjadi. Hal tersebut menyebabkan tumbuhan selalu mengambil air melalui rambut-rambut akar.
       Ketika air dalam tubuh tumbuhan berkurang, maka sel-sel dalam tubuh tumbuhan akan mengalami penurunan tekanan turgor. Hal tersebut akan menyebabkan tumbuhan layu.
5.    Ya. Karena daerah perkotaan memiliki jumlah tumbuhan hijau yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan pegunungan, sehingga proses fotosintesis yang terjadi di perkotaan lebih sedikit daripada pegunungan. Akibatnya, jumlah O2 di pegunungan akan lebih banyak daripada perkotaan sehingga udara akan terasa lebih segar.
      
II.   Kinerja Ilmiah

1. a. Dengan memasukkan lidi yang membara ke dalam tabung reaksi, segera setelah dikeluarkan dari air.
    b. Karena tumbuhan juga melakukan respirasi yang akan menghasilkan CO2.
      c. Karena CO2 diperlukan dalam reaksi fotosintesis untuk menghasilkan gula (glukosa), oksigen, dan uap air.
Text Box: Jumlah gelembung udara (petr menit)2. a.
Jarak lampu dengan tumbuhan air (cm)
 



  
    b. Intensitas cahaya mempengaruhi laju fotosintesis, yang ditandai dengan kecepatan pembentukan         gelembung oksigen hasil fotosintesis. Semakin besar intensitas cahaya yang didapat, semakin     cepat laju fotosintesis yang terjadi.
3. a. Karena tiga variabel tersebut merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis.
    b. Berdasarkan data, perbedaan antara tumbuhan kol di rumah kaca A dengan di rumah kaca B terletak pada jumlah CO2 yang mereka dapatkan. Jumlah CO2 yang lebih banyak akan menyebabkan produk gula (glukosa) hasil fotosintesis lebih banyak dihasilkan pula, sehingga energi yang dapat digunakan untuk tumbuh dan berkembang akan lebih besar.
    c. Kol di rumah kaca A lebih besar dari kol di rumah kaca B karena mendapatkan energi hasil fotosintesis yang lebih banyak akibat menerima kadar CO2 yang lebih tinggi.



Bab 8 Gerak pada Tumbuhan

I.    Uji PPK

A.  Pilihan Ganda
1.  c                      6.   a
2.  a                      7.   d
3.  b                      8.   c
4.  c                      9.   b
5.  b                      10. c

B.  Esai
1.     Higroskopis  :    gerak bagian tubuh tumbuhan yang disebabkan oleh perubahan kadar air.
        Esionom       :    gerak tumbuhan akibat rangsangan dari luar tubuh tumbuhan.
       Perbedaannya :
Higroskopis
Esionom
Rangsangan berasal dari dalam tubuh tumbuhan.
Rangsangan berasal dari luar tubuh tumbuhan.
Terjadi akibat mengecilnya konsentrasi dalam tubuh tumbuhan.
Tumbuhan memberi respons terhadap rangsangan yang berasal dari luar.
2.    Kedua jenis gerakan tersebut sama-sama mempengaruhi bagian akar tumbuhan.

3. 
Tropisme
Nasti
Arah tanggapan ditentukan dari arah rangsangan.
Arah tanggapan ditentukan oleh tumbuhan itu sendiri.
Arah respons tumbuhan dapat diprediksi.
Arah respons tumbuhan tidak dapat diprediksi.
Contoh:
gerak batang tumbuhan ke arah cahaya.
Contoh:
menutupnya daun putri malu akibat adanya sentuhan.
4.    Apabila lalat tersebut memiliki berat yang cukup untuk merangsang daun putri malu, maka daun tersebut akan menutup.
5.    Sulur tersebut akan membelit batang kayu penyangga untuk menopang batang tanaman tersebut. Hal tersebut disebabkan adanya rangsangan tigmotropisme. Tanaman bersulur melakukannya karena termasuk dalam jenis tanaman merambat.

II.   Kinerja Ilmiah

1. a.     (Sketsa sesuai yang dibuat siswa). Yang perlu diperhatikan adalah sketsa menunjukkan akar semua biji tumbuh ke arah bawah sedangkan batang tumbuh ke arah atas.
    b.    Gerak tumbuh akar yang selalu tumbuh ke bawah dan batang yang selalu tumbuh ke atas disebabkan pengaruh rangsangan gravitasi dan cahaya. Gerak pada tumbuhan yang dipengaruhi gravitasi disebut geotropisme sedangkan yang dipengaruhi cahaya disebut fototropisme. Akar melakukan gerak geotropisme positif dan fototropisme negatif sedangkan batang melakukan gerak fototropisme positif dan geotropisme negatif.
 


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )


Sekolah             : SMP
Kelas                             : VIII (Delapan)
Mata Pelajaran            : IPA BIOLOGI

Standar Kompetensi
1.     Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.

Kompetensi Dasar
  1.1  Menganalisis pentingnya pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup.

Indikator
1.      Menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup.
2.      Menyimpulkan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup.
3.      Membedakan metamorfosis dan metagenesis.

 A. Tujuan Pembelajaran
        Peserta didik dapat:
1.      Menjelaskan pengertian pertumbuhan dan perkembangan.
2.      Membedakan pertumbuhan dan perkembangan.
3.      Menjelaskan  faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.
4.      Mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman.
5.      Menyebutkan tiga daerah pertumbuhan terminal pada tumbuhan.
6.      Membedakan pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder.
7.      Mengetahui pertumbuhan yang terjadi pada tanaman.
8.      Menjelaskan pengertian metagenesis.
9.      Menjelaskan proses metagenesis yang terjadi pada tumbuhan paku.
10.  Menjelaskan proses metagenesis yang terjadi pada ubur-ubur.
11.  Menjelaskan pengertian pertumbuhan dan perkembangan embrionik.
12.  Menyebutkan tahapan-tahapan pembelahan zigot.
13.  Mengetahui pertumbuhan yang terjadi pada hewan.
14.  Menjelaskan pengertian pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik.
15.  Menjelaskan pengertian metamorfosis.
16.  Membedakan metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.
17.  Menyebutkan contoh organisme yang mengalami metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

 B. Materi Pembelajaran
          Pertumbuhan dan Perkembangan

C. Metode Pembelajaran
1.      Model     :   - Direct Instruction (DI)
                                    -  Cooperative Learning
              2.  Metode :  -  Diskusi kelompok
                                    -  Eksperimen
                                    -  Ceramah
D. Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA

   a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
     -   Pernahkah kalian memperhatikan mengapa seorang bayi mungil dapat berubah           menjadi anak kecil?
     -   Bagian manakah dalam tumbuhan yang mengalami pertumbuhan terminal?
l  Prasyarat pengetahuan:
    -  Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan?
    -  Apakah yang dimaksud dengan pertumbuhan terminal?
l  Pra eksperimen:
     -  Berhati-hatilah dalam melakukan praktikum.
        
b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian pertumbuhan dan perkembangan.
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan (gen, nutrisi, hormon, dan lingkungan).
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil sebuah kardus mie instan dan dua pot yang baru tumbuh.
l  Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman (Kegiatan 1.1 h.9).
l  Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pertumbuhan terminal.
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya perbedaan pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder.
l  Guru memberi instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen guna mengetahui pertumbuhan yang terjadi pada tanaman (Kegiatan 1.3 h.12-13).
l  Peserta didik secara berkelompok melakukan eksperimen dengan menggunakan pot kecil yang dilubangi bagian bawahnya, penggaris, tanah yang subur, dan biji jagung atau beras.
l  Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya untuk membuat kesimpulan dari hasil percobaan.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.
PERTEMUAN KEDUA
   
       a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
-       Bagaimana tahapan perkembangan embrio pada hewan?
-       Bagaimana proses metamorfosis pada kupu-kupu?
l  Prasyarat pengetahuan:
       -   Apakah yang dimaksud dengan pertumbuhan dan perkembangan embrio?
   -   Apakah yang dimaksud dengan metamorfosis?
l  Pra eksperimen:
          -   Berhati-hatilah dalam melakukan praktikum.

        b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian metagenesis.
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai metagenesis pada tumbuhan paku dan ubur-ubur.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian pertumbuhan dan perkembangan embrionik.
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai tahapan-tahapan pembelahan zigot.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil penggaris atau meteran, timbangan, dan hewan peliharaan yang masih kecil (sedang dalam masa pertumbuhan) misalnya kucing, anjing atau mencit.
l  Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen guna mengetahui pertumbuhan yang terjadi pada hewan (Kegiatan 1.5 h.16-17).
l  Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
l  Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik.
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai perbedaan metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.
l  Peserta didik memperhatikan tayangan video mengenai pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dan hewan yang telah dipersiapkan oleh guru.
l  Peserta didik dengan kelompoknya membuat kesimpulan dari hasil diskusi.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

         c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
E. Sumber Belajar
  a. Buku IPA Biologi Jl.2 (Esis) halaman 1-21
  b. Carta metamorfosis dan metagenesis
  c. Video pertumbuhan dan perkembangan
         d. Alat dan bahan praktikum

F. Penilaian Hasil Belajar
        a. Teknik Penilaian:
   -   Tes tertulis
        b. Bentuk Instrumen:
-         Tes isian
-         Tes uraian
        c. Contoh Instrumen:
    -  Instrumen tes isian
Pergiliran keturunan antara fase aseksual dan fase seksual secara bergantian pada makhluk hidup disebut ....
-  Contoh tes uraian
Jelaskan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan   makhluk hidup.

                                                           ...............,......................
Mengetahui
Kepala SMP                                                                            Guru Mata Pelajaran



.........................                                                                       ..............................
NIP.                                                                                        NIP.






















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )


Sekolah             : SMP
Kelas                             : VIII (Delapan)
Mata Pelajaran            : IPA BIOLOGI

Standar Kompetensi
   1.  Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.

Kompetensi Dasar
  1.2  Mendeskripsikan tahapan perkembangan manusia.

Indikator
1.      Mendeskripsikan tahapan perkembangan manusia mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dan dewasa.
2.      Membedakan ciri anak-anak dan remaja.

 A. Tujuan Pembelajaran
        Peserta didik dapat:
1.      Menyebutkan tahapan pada masa pembuahan sampai lahir.
2.      Menjelaskan karakteristik pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim ibu.
3.      Menyebutkan tahapan pada masa setelah lahir.
4.      Menjelaskan karakteristik pertumbuhan dan perkembangan pada masa anak-anak.
5.      Menjelaskan karakteristik pertumbuhan dan perkembangan pada masa remaja.
6.      Menjelaskan karakteristik pertumbuhan dan perkembangan pada masa dewasa.
7.      Menjelaskan karakteristik pertumbuhan dan perkembangan pada masa manula.
8.      Mengelompokkan variasi manusia berdasarkan tahap perkembangan manusia.
9.      Menjelaskan ciri-ciri remaja yang mengalami pubertas.

B. Materi Pembelajaran
            Pertumbuhan dan Perkembangan pada Manusia

C. Metode Pembelajaran
   1.  Model      :   -  Direct Instruction (DI)
                                        -  Cooperative Learning
               2.  Metode    :  -   Diskusi kelompok
                                        -   Observasi
                                        -   Ceramah

D. Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA

         a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
     -   Sebutkan tahapan masa pembuahan sampai lahir.
     -   Mengapa seorang perempuan mengalami menstruasi?

l  Prasyarat pengetahuan:
    -   Bagaimana tahapan pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim ibu?
    -   Apakah ciri-ciri perempuan yang mengalami pubertas?

 b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa laki-laki dan perempuan yang berbeda kemampuannya.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan perbedaan masa pembuahan sampai lahir dan masa setelah lahir.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan tahapan masa pembuahan sampai lahir (masa dalam kandungan ibu).
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan ciri-ciri tahapan masa pembuahan sampai lahir.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan tahapan pertumbuhan dan perkembangan manusia pada masa setelah lahir.
l  Guru membagi tugas kelompok:
        -  2 kelompok diberi tugas untuk mengidentifikasi karakteristik masa anak-anak.
 -  2 kelompok diberi tugas untuk mengidentifikasi karakteristik masa remaja.
 -  2 kelompok diberi tugas untuk mengidentifikasi karakteristik masa dewasa.
 -  2 kelompok diberi tugas untuk mengidentifikasi karakteristik masa manula.
l  Tugas kelompok diberikan 1 minggu sebelum proses pembelajaran dilaksanakan.
l  Setiap kelompok diminta melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis.
l  Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain.
l  Guru memberikan penghargaan atau komentar tentang apa yang telah dikerjakan oleh peserta didik.
l  Peserta didik memperhatikan tayangan video mengenai pertumbuhan dan perkembangan manusia yang telah dipersiapkan oleh guru.
l  Peserta didik mengelompokkan variasi manusia berdasarkan tahap perkembangan manusia dengan menggunakan gambar-gambar yang berasal dari majalah, koran, dan tabloid untuk dijadikan poster.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan ciri-ciri remaja yang mengalami pubertas.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

         c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.



E. Sumber Belajar
  a. Buku IPA Biologi Jl.2 (Esis) halaman 22-34
  b. Carta pertumbuhan dan perkembangan pada manusia
  c. Video pertumbuhan dan perkembangan manusia

F. Penilaian Hasil Belajar
        a. Teknik Penilaian:
   -   Tes tertulis
        b. Bentuk Instrumen:
-         Tes isian
-         Tes uraian
        c. Contoh Instrumen:
    -  Instrumen tes isian
Setelah terjadi pembuahan ovum oleh sperma, zigot akan tumbuh menjadi ....
                -  Contoh tes uraian
Jelaskan ciri-ciri seks sekunder pada remaja perempuan yang mengalami masa pubertas.

                                                           ...............,......................
Mengetahui
Kepala SMP                                                                            Guru Mata Pelajaran



.........................                                                                       ..............................
NIP.                                                                                        NIP.
























RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )


Sekolah             : SMP
Kelas                             : VIII (Delapan)
Mata Pelajaran            : IPA BIOLOGI

Standar Kompetensi
              1.  .Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.

Kompetensi Dasar
             1.3  Mendeskripsikan sistem gerak pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.

Indikator
1.      Membandingkan macam organ penyusun sistem gerak pada manusia.
2.      Membedakan fungsi tulang rawan, tulang keras, otot, dan sendi sebagai penyusun rangka tubuh.
3.      Mengidentifikasi macam sendi dan fungsinya.
4.      Mendata contoh kelainan dan penyakit yang berkaitan dengan tulang dan otot yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya.

 A. Tujuan Pembelajaran
         Peserta didik dapat:
1. Menyebutkan alat gerak pada manusia.
2. Menyebutkan fungsi rangka tubuh manusia.
3. Menyebutkan macam-macam tulang rawan.
4. Menyebutkan macam-macam tulang keras.
5. Membedakan karakteristik tulang rawan dan tulang keras.
6. Menyebutkan tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh manusia.
7. Menjelaskan karakteristik tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh manusia.
8. Menyebutkan macam-macam hubungan antartulang.
9. Menjelaskan fungsi dari macam-macam sendi.
10.  Menjelaskan kelainan dan penyakit pada tulang.
11.  Menyebutkan jenis-jenis otot pada manusia.
12.  Membedakan karakteristik otot lurik, otot polos, dan otot jantung.
13.  Menjelaskan cara kerja otot.
14.  Membedakan sifat kerja otot berlawanan dan kerja otot bersamaan.
15.  Menjelaskan kelainan dan penyakit pada otot.
16.  Membedakan gerak pada hewan vertebrata.

B. Materi Pembelajaran
          Sistem Gerak

C. Metode Pembelajaran
1.      Model   : -  Direct Instruction (DI)
                                  -  Cooperative Learning
             2.  Metode : -  Diskusi kelompok
                                  -  Eksperimen
                                  -  Observasi
D. Langkah-langkah Kegiatan

                                                             PERTEMUAN PERTAMA

a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
      -   Gerak apa saja yang kalian lakukan setiap hari?
      -   Mengapa bila kita memegang daun telinga terasa lentur?
l  Prasyarat pengetahuan:
      -   Bagaimanakah mekanisme gerak pada manusia?
      -   Apakah fungsi dari tulang rawan? 
l  Pra eksperimen:
  -   Berhati-hatilah menggunakan carta atau model rangka.

b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan alat gerak pada manusia.
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai fungsi rangka tubuh manusia.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan macam-macam tulang rawan dan tulang keras.
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai perbedaan karakteristik tulang rawan dan tulang keras.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh manusia (tulang tengkorak, tulang badan, dan tulang anggota gerak).
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai perbedaan karakteristik tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh manusia.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil carta atau model rangka manusia.
l  Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengamati rangka manusia dan tulang-tulang penyusunnya (Kegiatan 2.1 h.43).
l  Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
l  Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan hubungan antartulang (diartrosis dan amfiartrosis).
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai karakteristik dan fungsi dari macam-macam sendi.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Guru menjelaskan berbagai penyebab serta contoh-contoh kelainan dan penyakit pada tulang.

c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.


PERTEMUAN KEDUA

           a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
     -   Apakah otot jantung bekerja dipengaruhi oleh kesadaran kita?
     -   Bagaimana ular dapat bergerak?
l  Prasyarat pengetahuan:
     -   Bagaimana karakteristik otot jantung?
     -   Apakah yang menyusun rangka ular?

  b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3-4 siswa laki-laki dan perempuan yang berbeda kemampuannya.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan jenis-jenis otot pada manusia.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan karakteristik otot lurik, otot polos, dan otot jantung.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan cara kerja otot.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menjelaskan perbedaan sifat kerja otot berlawanan dan kerja otot bersamaan.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Guru menjelaskan karakteristik kelainan dan penyakit pada otot.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan gerak pada hewan vertebrata.
l  Guru membagi tugas kelompok:
        -  2 kelompok diberi tugas untuk mengamati gerak pada ikan.
 -  2 kelompok diberi tugas untuk mengamati gerak pada amfibi.
 -  2 kelompok diberi tugas untuk mengamati gerak pada reptil.
 -  2 kelompok diberi tugas untuk mengamati gerak pada burung.
            -  2 kelompok diberi tugas untuk mengamati gerak pada mamalia.
l  Tugas kelompok diberikan 1 minggu sebelum proses pembelajaran dilaksanakan.
l  Setiap kelompok diminta melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis.
l  Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Peserta didik memperhatikan tayangan video mengenai sistem gerak pada manusia dan hewan vertebrata yang telah dipersiapkan oleh guru.

   c. Kegiatan Penutup
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

E. Sumber Belajar
a. Buku IPA Biologi Jl.2 (Esis) halaman 35-62
 b. Video sistem gerak
       c. Carta sistem gerak
        
F. Penilaian Hasil Belajar
             a. Teknik Penilaian:
                    -   Tes tertulis
              -   Tes unjuk kerja
              -    Penugasan     
             b. Bentuk Instrumen:
   -   Tes PG
  -   Tes isian
   -   Tes identifikasi
                     -   Tugas rumah
             c. Contoh Instrumen:
-  Contoh tes PG
Tulang rusuk melayang berjumlah....
     a. dua pasang                                          c. empat pasang
     b. tiga pasang                                          d. lima pasang
-  Contoh tes isian
     Hubungan antartulang yang dapat menimbulkan gerakan bebas disebut....
-   Contoh tes identifikasi

No
Macam sendi
Arah gerakan
Contoh
1.
Sendi putar
Tulang yang satu mengitari ujung tulang yang lain
Kepala

















-         Contoh tugas rumah
Buatlah kliping yang menarik mengenai berbagai kelainan dan penyakit pada tulang. Berilah keterangan atau komentarmu mengenai setiap gambar di dalam kliping tersebut. Kalian dapat mencari sumber gambar atau artikel mengenai topik tersebut dari majalah, koran, atau internet, kemudian kumpulkan ke guru.
                      .............,...................
Mengetahui
Kepala SMP                                                                            Guru Mata Pelajaran


.........................                                                                       ..............................
NIP.                                                                                        NIP.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah             : SMP
Kelas                             : VIII (Delapan)
Mata Pelajaran            : IPA BIOLOGI
       
         Standar Kompetensi
                 1.   Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.

Kompetensi Dasar
               1.4.  Mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan hubungannya dengan                                              kesehatan.

Indikator
1.      Membedakan antara saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan sebagai penyusun sistem pencernaan pada manusia.
2.      Mendeskripsikan jenis makanan berdasarkan kandungan zat yang ada di dalamnya.
3.      Membandingkan pencernaan mekanik dan pencernaan kimiawi.
4.      Menyebutkan contoh kelainan dan penyakit pada sistem pencernaan yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya.

A. Tujuan Pembelajaran
         Peserta didik dapat:
1.      Menyebutkan fungsi makanan bagi manusia.
2.      Menjelaskan fungsi karbohidrat dan lemak sebagai sumber energi untuk aktivitas tubuh.
3.      Menyebutkan bahan makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak.
4.      Menjelaskan fungsi protein sebagai bahan pembangun tubuh.
5.      Menyebutkan bahan makanan yang mengandung protein.
6.      Mengetahui adanya amilum, glukosa, lemak, dan protein pada beberapa bahan makanan.
7.      Menjelaskan fungsi mineral, vitamin, dan air sebagai pengatur dan pelindung tubuh.
8.      Menyebutkan sumber, fungsi, dan defisiensi dari berbagai mineral yang diperlukan oleh tubuh manusia.
9.      Menyebutkan sumber, fungsi, dan defisiensi dari berbagai vitamin yang diperlukan oleh tubuh manusia.
10.  Menyebutkan fungsi air bagi tubuh manusia.
11.  Menyebutkan fungsi ASI (Air Susu Ibu) bagi bayi.
12.  Menjelaskan fungsi bahan tambahan makanan dan pengaruhnya bagi kesehatan tubuh.
13.  Membedakan pencernaan mekanik dan pencernaan kimiawi.
14.  Menyebutkan alat-alat pencernaan makanan pada manusia.
15.  Membedakan saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan pada sistem pencernaan manusia.
16.  Menjelaskan proses pencernaan makanan yang terjadi di dalam mulut.
17.  Menjelaskan proses pencernaan makanan yang terjadi di dalam kerongkongan.
18.  Menjelaskan proses pencernaan makanan yang terjadi di dalam lambung.
19.  Menjelaskan proses pencernaan makanan yang terjadi di dalam usus halus.
20.  Menjelaskan proses pencernaan makanan yang terjadi di dalam usus besar.
21.  Menyebutkan kelainan dan penyakit pada sistem pencernaan.
22.  Menjelaskan sistem pencernaan pada hewan vertebrata.

B. Materi Pembelajaran
          Sistem Pencernaan

C. Metode Pembelajaran1
             1.  Model   : -  Direct Instruction (DI)
                                  -  Cooperative Learning
             2.   Metode : -  Diskusi kelompok
                                   -  Eksperimen
                                   -  Observasi
                                   -  Ceramah

D. Langkah-langkah Kegiatan

                                                             PERTEMUAN PERTAMA

a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
     -   Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi atau sebagai bahan pembangun                                                                                                tubuh?
     -   Mengapa bila kita kekurangan kalsium tulang menjadi rapuh?
l  Prasyarat pengetahuan:
      -   Apakah fungsi karbohidrat bagi tubuh manusia?
      -   Apakah fungsi dari kalsium bagi tubuh manusia? 
l  Pra eksperimen:
  -   Berhati-hatilah menggunakan alat dan bahan praktikum.

b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan fungsi makanan bagi manusia.
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai fungsi karbohidrat dan lemak sebagai sumber energi untuk aktivitas tubuh.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan bahan makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak.
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai fungsi dari protein sebagai bahan pembangun tubuh.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan bahan makanan yang mengandung protein.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil 4 tabung reaksi, rak tabung reaksi, gelas beker, pipet, pembakar spiritus, kertas sampul (warna cokelat), tepung kanji, larutan gula, kuning telur, minyak goreng, larutan Iodin, larutan Biuret,  larutan Benedict (Fehling A dan B), dan etanol.
l  Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengetahui adanya amilum (pati), glukosa, lemak, dan protein pada beberapa bahan makanan (Kegiatan 3.1 h.69).
l  Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
l  Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan fungsi mineral, vitamin, dan air sebagai pengatur dan pelindung tubuh.
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai sumber, fungsi, dan defisiensi dari berbagai mineral dan vitamin yang diperlukan oleh tubuh.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan fungsi air bagi tubuh manusia.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Guru menjelaskan fungsi ASI (Air Susu Ibu) bagi bayi dan fungsi bahan tambahan makanan serta pengaruhnya bagi kesehatan tubuh.

c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.


PERTEMUAN KEDUA

a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
      -   Apa yang terjadi pada makanan yang kita makan?
      -   Apakah fungsi tembolok pada burung?
l  Prasyarat pengetahuan:
      -   Bagaimana cara kerja sistem pencernaan makanan pada manusia?
      -   Apakah yang dimaksud dengan tembolok?

  b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3-4 siswa laki-laki dan perempuan yang berbeda kemampuannya.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan perbedaan pencernaan mekanik dan pencernaan kimiawi.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil model atau carta untuk mengamati alat-alat pencernaan pada manusia.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan alat-alat pencernaan makanan pada manusia.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

l  Guru membagi tugas kelompok:
        -  2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan proses pencernaan makanan yang           terjadi di dalam mulut.
 -  2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan proses pencernaan makanan yang            terjadi di dalam kerongkongan.
 -  2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan proses pencernaan makanan yang            terjadi di dalam lambung.
 -  2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan proses pencernaan makanan yang            terjadi di dalam usus halus.
 -  2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan proses pencernaan makanan yang            terjadi di dalam usus besar.
l  Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Guru menjelaskan kelainan dan penyakit pada sistem pencernaan.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan sistem pencernaan pada hewan vertebrata.
l  Guru membagi tugas kelompok:
        -  2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan sistem pencernaan pada ikan.
 -  2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan sistem pencernaan pada amfibi.
 -  2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan sistem pencernaan pada reptil.
 -  2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan sistem pencernaan pada burung.
 -  2 kelompok diberi tugas untuk  menjelaskan sistem pencernaan pada hewan              memamah biak.
l  Tugas kelompok diberikan 1 minggu sebelum proses pembelajaran dilaksanakan.
l  Setiap kelompok diminta melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis.
l  Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Peserta didik memperhatikan tayangan video mengenai sistem pencernaan pada manusia dan hewan vertebrata yang telah dipersiapkan oleh guru.

   c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

E. Sumber Belajar
a.  Buku IPA Biologi Jl.2 (Esis) halaman 63-98
 b.  Carta dan video sistem pencernaan
       c.  Alat dan bahan praktikum
      
F. Penilaian Hasil Belajar
             a. Teknik Penilaian:
                     -   Tes tertulis
                     -   Tes unjuk kerja
             b. Bentuk Instrumen:
    -   Tes PG
   -   Tes isian
    -   Tes uraian
    -   Uji petik kerja produk
            c. Contoh Instrumen:
-  Contoh tes PG
Penyakit xeroftalmia dapat disebabkan oleh kekurangan ....
     a.  vitamin A                                           c.  vitamin C
     b.  vitamin B                                           d.  vitamin D
-  Contoh tes isian
    Hal yang membedakan pencernaan mekanik dan kimia adalah ....
-  Contoh tes uraian
        Bagaimana cara pemberian pertolongan pertama pada penderita diare?

                                                                                                ...............,...................
Mengetahui
Kepala SMP                                                                            Guru Mata Pelajaran



.........................                                                                       ..............................
NIP.                                                                                        NIP.



























RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah             : SMP
Kelas                             : VIII (Delapan)
Mata Pelajaran            : IPA BIOLOGI

Standar Kompetensi
                1.   Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.

Kompetensi Dasar
              1.5.  Mendeskripsikan sistem pernapasan pada manusia dan hubungannya dengan                                               kesehatan.

Indikator
1.      Membandingkan macam organ penyusun sistem pernapasan pada manusia.
2.      Membandingkan proses inspirasi dan ekspirasi pada proses pernapasan.
3.      Mendata contoh kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya.

A. Tujuan Pembelajaran
         Peserta didik dapat:
1.      Menjelaskan pengertian pernapasan (respirasi).
2.      Membedakan pernapasan eksternal dan pernapasan internal.
3.      Menjelaskan proses pernapasan yang terjadi di dalam tubuh manusia.
4.      Menyebutkan alat-alat pernapasan pada manusia.
5.      Menjelaskan karakteristik dan fungsi alat-alat pernapasan pada manusia.
6.      Mengamati bagian-bagian alat pernapasan pada manusia.
7.      Membedakan proses inspirasi dan ekspirasi pada proses pernapasan.
8.      Menjelaskan mekanisme pernapasan dada pada manusia.
9.      Menjelaskan mekanisme pernapasan perut pada manusia.
10.  Menjelaskan pengertian volume paru-paru.
11.  Membedakan volume total, volume tidal, dan volume residu dari volume udara pernapasan.
12.  Mengamati cara kerja paru-paru dengan alat bantu model paru-paru.
13.  Menjelaskan proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida selama proses pernapasan.
14.  Menyebutkan kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan.
15.  Menjelaskan kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan.
16.  Menjelaskan bahaya merokok bagi kesehatan.
17.  Menyebutkan racun yang terkandung dalam rokok.
18.  Menyebutkan penyakit yang diakibatkan oleh merokok.
19.  Menjelaskan sistem pernapasan pada hewan vertebrata.

B. Materi Pembelajaran
          Sistem Pernapasan

C. Metode Pembelajaran
             1.  Model   : -  Direct Instruction (DI)
                                  -  Cooperative Learning
             2.   Metode : -  Diskusi kelompok
                                   -  Eksperimen
                                   -  Observasi
                         -  Ceramah

D. Langkah-langkah Kegiatan

                                                             PERTEMUAN PERTAMA

a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
    -   Apa yang dirasakan jika kita berada di ruangan yang terbatas dan tertutup?
     -   Apa yang kita keluarkan sewaktu bernapas?
l  Prasyarat pengetahuan:
     -   Apakah yang dimaksud dengan pernapasan?
     -   Apakah yang dimaksud dengan proses ekspirasi? 
l  Pra eksperimen:
-   Berhati-hatilah menggunakan alat dan bahan praktikum.

b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian pernapasan (respirasi).
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai perbedaan pernapasan eksternal dan pernapasan internal.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan proses pernapasan yang terjadi di dalam tubuh manusia
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan alat-alat pernapasan pada manusia.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil model atau carta untuk mengamati bagian-bagian alat pernapasan pada manusia.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan karakteristik dan fungsi alat-alat pernapasan pada manusia.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan proses inspirasi dan ekspirasi pada pernapasan manusia.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan mekanisme pernapasan dada dan pernapasan perut.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian volume paru-paru.
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai perbedaan voleme total, volume tidal, dan volume residu dari volume pernapasan.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil botol dari gelas berbentuk seperti bel, karet berupa lembaran, tali karet, penutup botol, pipa terbuat dari gelas berbentuk huruf Y, dan balon.
l  Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengamati cara kerja paru-paru dengan alat bantu model paru-paru (Kegiatan 4.2 h.105).
l  Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
l  Guru memeriksa eksperimen  yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai pertukaran oksigen dan  karbon dioksida selama proses pernapasan.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KEDUA

  a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
   -  Sebutkan penyakit yang diakibatkan oleh merokok.
   -  Alat apakah yang digunakan ikan pada waktu bernafas?
l  Prasyarat pengetahuan:
   -  Sebutkan racun yang terkandung dalam rokok.
   -  Bagaimana mekanisme pernapasan pada ikan?

  b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3-4 siswa laki-laki dan perempuan yang berbeda kemampuannya.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan.
l  Guru menjelaskan kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan bahaya merokok bagi kesehatan.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan racun yang terkandung dalam rokok.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan penyakit yang diakibatkan oleh merokok.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan sistem pernapasan pada hewan.
l  Guru membagi tugas kelompok:
        -  2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan sistem pernapasan pada ikan.
 -  2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan sistem pernapasan pada amfibi.
 -  2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan sistem pernapasan pada reptil.
 -  2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan sistem pernapasan pada burung.
 -  2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan sistem pernapasan pada mamalia
l  Tugas kelompok diberkan 1 minggu sebelum proses pembelajaran dilaksanakan.
l  Setiap kelompok melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis.
l  Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Peserta didik memperhatikan tayangan video mengenai sistem pernapasan pada manusia dan hewan vertebrata yang telah dipersiapkan oleh guru.

            c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

E. Sumber Belajar
 a. Buku IPA Biologi Jl.2 (Esis) halaman 99-118
 b. Carta dan video sistem pernapasan
 c. Alat dan bahan praktikum
        
F. Penilaian Hasil Belajar
             a. Teknik Penilaian:
                     -   Tes tertulis
                     -    Penugasan
             b. Bentuk Instrumen:
    -   Tes PG
    -   Tes uraian
    -   Tugas rumah
            c. Contoh Instrumen:
 -  Contoh tes PG
  Pertukaran udara secara difusi dilakukan pada ....
                               a. alveolus                                  c. bronkus
   b. trakea                                  d. pulmo
-  Contoh tes uraian
                               Buatlah tabel yang menjelaskan perbedaan proses inspirasi dengan ekspirasi.
         -  Contoh tugas rumah 
Buatlah sebuah artikel mading berwarna tentang flu burung dengan 3 orang teman kalian. Jelaskan selengkap-lengkapnya tentang penyakit tersebut, mulai:
     -  sejarah flu burung           -  apa penyebabnya
                      -  gejalanya                         -  cara mengatasinya
Kalian dapat membuat artikel tersebut dalam poster berukuran 50 cm x 40 cm kemudian disajikan semenarik mungkin. Kalian dapat mempresentasikan artikel  tersebut kemudian menempelnya di mading kelas atau mading sekolah.                                                                                            ...............,...................
Mengetahui
Kepala SMP                                                                            Guru Mata Pelajaran


.........................                                                                         ..............................
NIP.                                                                                          NIP.                         
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )


Sekolah             : SMP
Kelas                             : VIII (Delapan)
Mata Pelajaran            : IPA BIOLOGI


Standar Kompetensi
               1.   Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.

Kompetensi Dasar
             1.6.  Mendeskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya dengan                                      kesehatan.

Indikator
1.      Membandingkan macam organ penyusun sistem peredaran darah pada manusia.
2.      Menjelaskan fungsi jantung, pembuluh darah, dan darah dalam sistem peredaran darah.
3.      Mendata contoh kelainan dan penyakit pada sistem peredaran darah yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya.

A. Tujuan Pembelajaran
         Peserta didik dapat:
1.      Menjelaskan pengertian tentang darah.
2.      Menyebutkan fungsi darah.
3.      Menyebutkan komponen darah.
4.      Menyebutkan macam-macam sel darah.
5.      Menjelaskan karakteristik, fungsi, dan mekanisme dari macam-macam sel darah.
6.      Menjelaskan proses pembekuan darah.
7.      Menjelaskan karakteritik, fungsi, dan mekanisme dari plasma darah.
8.      Menyebutkan alat peredaran darah.
9.      Menjelaskan karakteristik, fungsi, dan mekanisme jantung.
10.  Menyebutkan macam-macam pembuluh darah.
11.  Menjelaskan karakteristik, fungsi, dan mekanisme pembuluh darah.
12.  Membedakan sistem peredaran darah kecil dan sistem peredaran darah besar.
13.  Menyebutkan golongan darah berdasarkan perbedaan aglutinogen dan aglutinin yang terkandung dalam darah.
14.  Menjelaskan proses transfusi darah.
15.  Menyebutkan kelainan dan penyakit pada sistem peredaran darah.
16.  Menjelaskan kelainan dan penyakit pada sistem peredaran darah.
17.  Menjelaskan sistem peredaran darah pada hewan vertebrata.

B. Materi Pembelajaran
          Sistem Peredaran Darah

C. Metode Pembelajaran
             1.  Model   : -  Direct Instruction (DI)
                                  -  Cooperative Learning
             2.   Metode : -  Diskusi kelompok
                                   -  Observasi
                         -  Ceramah

D. Langkah-langkah Kegiatan

                                                             PERTEMUAN PERTAMA

a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
      -   Mengapa darah ada di semua bagian tubuh kita?
      -   Pernahkah kalian menghitung berapa kali denyut jantung kita setiap hari?
l  Prasyarat pengetahuan:
     -   Apakah fungsi darah bagi manusia?
     -   Bagaimana mekanisme jantung dalam mengedarkan darah? 

b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian darah.
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai fungsi darah.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil model atau carta untuk mengamati komponen darah pada manusia.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan komponen darah pada manusia (sel-sel darah dan plasma darah).
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan macam-macam sel darah.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan karakteristik, fungsi, dan mekanisme dari macam-macam sel darah (sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah).
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Guru menjelaskan proses terjadinya pembekuan darah.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan karakteristik, fungsi, dan mekanisme dari plasma darah.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil model atau carta untuk mengamati alat-alat peredaran darah.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan alat-alat peredaran darah pada manusia.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan karakteristik, fungsi, dan mekanisme jantung.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan macam-macam pembuluh darah.
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai karakteristik, fungsi, dan mekanisme pembuluh darah.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.


c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.


PERTEMUAN KEDUA

  a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
     -  Pernahkah kalian mengalami transfusi darah?
     -  Alat apakah yang digunakan serangga untuk mengedarkan sari-sari makanan?
l  Prasyarat pengetahuan:
     -  Apakah syarat-syarat transfusi darah?
     -  Apakah fungsi darah pada serangga?

  b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3-4 siswa laki-laki dan perempuan yang berbeda kemampuannya.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan sistem peredaran darah pada manusia.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan sistem peredaran darah kecil dan sistem peredaran darah besar.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan macam-macam golongan darah berdasarkan perbedaan aglutinogen (antigen) dan aglutinin (antibodi) yang terkandung dalam darah.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan syarat-syarat transfusi darah.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan kelainan dan penyakit pada sistem peredaran darah manusia.
l  Guru menjelaskan kelainan dan penyakit pada sistem peredaran darah manusia.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan sistem peredaran darah pada hewan vertebrata.
l  Guru membagi tugas kelompok:
        -  2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan sistem peredaran darah pada                  serangga.
        -  2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan sistem peredaran darah pada ikan.
     -  2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan sistem peredaran darah pada                      amfibi.
  -  2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan sistem peredaran darah pada           reptil.
     -  2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan sistem peredaran darah pada                      burung.
  -  2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan sistem peredaran darah pada      mamalia.
l  Tugas kelompok diberikan 1 minggu sebelum proses pembelajaran dilaksanakan.
l  Setiap kelompok diminta melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis.
l  Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Peserta didik memperhatikan tayangan video mengenai sistem peredaran darah pada manusia dan hewan vertebrata yang telah dipersiapkan oleh guru.

   c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

E. Sumber Belajar
a. Buku IPA Biologi Jl.2 (Esis) halaman 119-140
b. Video sistem peredaran darah
       c. Carta atau model sistem peredaran darah
        
F. Penilaian Hasil Belajar
             a. Teknik Penilaian:
                    -   Tes tertulis
                    -   Penugasan
             b. Bentuk Instrumen:
   -   Tes PG
   -   Tes uraian
   -   Tugas rumah
            c. Contoh Instrumen:
-  Contoh tes PG
Bagian darah yang berfungsi menjaga tubuh dari infeksi penyakit adalah ....
  a. sel darah merah                          c. keping-keping darah
  b. sel darah putih                           d. plasma darah
-  Contoh tes uraian
                                Apa perbedaan antara pembuluh nadi dan pembuluh balik?                                          -  Contoh tugas rumah 
Kalian telah belajar mengenai pentingnya jantung bagi kehidupan kita. Buatlah sebuah poster berwarna mengenai jantung berukuran 50 cm x 40 cm dan tempelkan di “mading” (majalah dinding) sekolah. Kalian dapat memberi keterangan dan hiasan yang menarik agar poster kalian lebih “hidup”. Kalian dapat mempresentasikan poster tersebut. Tujuannya agar teman kalian pun memiliki pengetahuan baru mengenai pentingnya jantung bagi tubuh kita.

                                                      ...............,...................
Mengetahui
Kepala SMP                                                                          Guru Mata Pelajaran


.........................                                                                       ..............................
NIP.                                                                                        NIP.                           
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah             : SMP
Kelas                             : VIII (Delapan)
Mata Pelajaran            : IPA BIOLOGI

Standar Kompetensi
              2.   Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan.

Kompetensi Dasar
             2.1  Mengidentifikasi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.

Indikator
1.      Menjelaskan struktur dan fungsi jaringan di akar, batang, dan daun.
2.      Menunjukkan letak epidermis, korteks, dan stele pada tumbuhan
3.      Menjelaskan fungsi jaringan tertentu yang dijumpai pada tumbuhan.

 A. Tujuan Pembelajaran
         Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan morfologi (struktur luar) akar.
2. Menjelaskan anatomi (struktur dalam) akar.
3. Menyebutkan fungsi akar.
4. Menjelaskan proses penyerapan air dan mineral serta pengangkutannya.
5. Membedakan peristiwa osmosis dan transpor aktif pada proses penyerapan air dan mineral.
6. Mengamati peristiwa osmosis pada kentang.
7. Menjelaskan fungsi akar sebagai alat pernapasan pada tumbuhan.
8. Membedakan morfologi (struktur luar) batang tumbuhan  herba dan batang tumbuhan berkayu.
9. Membedakan anatomi (struktur dalam) batang tumbuhan  herba dan batang tumbuhan berkayu.
10.  Membedakan batang tumbuhan dikotil dan monokotil.
11.  Melihat jaringan pengangkut pada batang.
12.  Menyebutkan fungsi batang.
13.  Menjelaskan morfologi (struktur luar) daun.
14.  Menjelaskan anatomi (struktur dalam) daun.
15.  Menyebutkan fungsi daun.
16.  Membedakan fungsi jaringan xilem dan jaringan floem.
17.  Menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi sistem pengangkutan pada tumbuhan.
18.  Mengamati proses pengangkutan air dan zat terlarut pada tumbuhan melalui xilem.
19.  Menyebutkan struktur bunga yang lengkap.
20.  Mengamati bagian-bagian bunga.
21.  Menyebutkan fungsi bunga.
22.  Menjelaskan struktur buah.
23.  Membedakan buah tunggal, buah agregat, dan buah majemuk.
24.  Menjelaskan struktur biji.

 B. Materi Pembelajaran
           Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan
C. Metode Pembelajaran
1.      Model   :   -  Direct Instruction(DI)
                                    -  Cooperative Learning
            2.  Metode   :  -   Diskusi kelompok
                                    -   Eksperimen

D. Langkah-langkah Kegiatan

                                                             PERTEMUAN PERTAMA

a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
                     -   Mengapa pohon yang memiliki batang besar dan tinggi dapat berdiri kokoh di                              atas tanah?
     -   Pernahkah kalian melihat dan mengamati tanaman jahe?
l  Prasyarat pengetahuan:
      -   Apakah fungsi akar?
                    -   Bagaimana struktur batang tanaman jahe?
l  Pra eksperimen:
   -   Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan morfologi (struktur luar) akar.
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai anatomi (struktur dalam) akar.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan fungsi akar.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan proses pengangkutan air dan mineral serta pengangkutannya.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan peristiwa osmosis dan transpor aktif pada proses penyerapan air dan mineral.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil pisau, mangkuk, dan kentang 1 buah.
l  Guru mempresentasikan langkah kerja untuk mengamati peristiwa osmosis pada kentang (Kegiatan 6.1 h.145).
l  Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
l  Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan mengenai peran akar sebagai alat pernapasan pada tumbuhan.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan perbedaan morfologi (struktur luar) batang tumbuhan herba dan batang tumbuhan berkayu.
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai perbedaan anatomi (struktur dalam) batang tumbuhan herba dan batang tumbuhan berkayu.

l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan perbedaan batang tumbuhan dikotil dan monokotil.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan fungsi batang.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Guru memberi instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen kelompok untuk melihat jaringan pengangkut pada batang (Kegiatan 6.2 h.151).
l  Peserta didik melakukan eksperimen dengan menggunakan silet, mikroskop, kuas cat, gelas arloji, gelas objek, gelas penutup, batang kembang sepatu yang masih muda, phloroglucin, asam klorida pekat, dan semangkuk air.
l  Guru memeriksa kegiatan eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.


PERTEMUAN KEDUA

                a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
       -   Apakah perbedaan susunan helai daun mangga dan daun belimbing?
       -   Coba kalian petik bunga suatu tumbuhan, kemudian amati. Apakah bunga tersebut memiliki bagian-bagian yang lengkap?
l  Prasyarat pengetahuan:
       -   Apakah yang dimaksud dengan daun majemuk?
 -   Apakah yang dimaksud dengan bunga lengkap?
l  Pra eksperimen:
   -   Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan morfologi (struktur luar) daun.
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai anatomi (struktur dalam) daun.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan fungsi daun.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan perbedaan fungsi jaringan xilem dan jaringan floem.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan faktor-faktor yang mempengaruhi sistem pengangkutan pada tumbuhan.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil tabung erlemeyer, pisau, ember, tumbuhan pacar air yang masih segar, dan larutan eosin atau tinta merah.
l  Guru mempresentasikan langkah kerja untuk mengamati proses pengangkutan air dan zat terlarut pada tumbuhan melalui xilem (Kegiatan 6.4 h.159).
l  Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
l  Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan struktur bunga yang lengkap.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan fungsi bunga.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Guru memberi instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen kelompok untuk mengamati bagian-bagian bunga (Kegiatan 6.5 h.162).
l  Peserta didik melakukan eksperimen dengan menggunakan alat tulis dan kertas gambar, kaca pembesar (lup), alat potong (cutter), dan beberapa jenis bunga.
l  Guru memeriksa kegiatan eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan struktur buah.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan buah tunggal, buah agregat, dan buah majemuk.
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai struktur biji.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

E. Sumber Belajar
 a. Buku IPA Biologi Jl.2 (Esis) halaman 141-165
 b. Carta struktur tumbuhan
 c. Alat dan bahan praktikum
        
F. Penilaian Hasil Belajar
            a. Teknik Penilaian:
  -  Tes tertulis
  -  Tes unjuk kerja            
            b. Bentuk Instrumen:
       -  Tes PG
-  Tes uraian
-  Tes identifikasi
                    -  Uji petik kerja produk

            c. Contoh Instrumen:
-  Contoh tes PG
Keluar masuknya O2 dan CO2 pada batang  tumbuhan terjadi di ....
 a. lenti sel                                              c. epidermis
 b. stomata                                             d. xilem
-  Contoh tes uraian
Jelaskan cara penyerapan air dan mineral dari dalam tanah oleh rambut-rambut      akar tumbuhan.
 -  Contoh tes identifikasi
   Isi tabel berikut dengan mengisi nama bagian akar dan fungsinya.
    
Nama bagian akar
Fungsi
Epidermis
 . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . .
Berperan dalam pertukaran gas
Endodermis
. . . . . . . . . . .
Stele akar
. . . . . . . . . . .
Xilem
. . . . . . . . . . .
Floem
. . . . . . . . . . .


                                                                                                ...............,...................
Mengetahui
Kepala SMP                                                                            Guru Mata Pelajaran



.........................                                                                       ..............................
NIP.                                                                                        NIP.


















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah             : SMP
Kelas                             : VIII (Delapan)
Mata Pelajaran            : IPA BIOLOGI

Standar Kompetensi
              2.   Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan.

Kompetensi Dasar
             2.2  Mendeskripsikan proses perolehan nutrisi dan transformasi energi pada tumbuhan                                      hijau.

Indikator
1.      Menunjukkan bagian daun yang berperan dalam fotosintesis.
2.      Melakukan dan membuat laporan hasil percobaan fotosintesis.
3.      Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis.

A. Tujuan Pembelajaran
         Peserta didik dapat:
1.      Menjelaskan pengertian fotosintesis.
2.      Menjelaskan bagian tumbuhan yang berperan dalam proses fotosintesis.
3.      Menjelaskan proses fotosintesis.
4.      Menuliskan reaksi fotosintesis.
5.      Mengetahui apakah pati (amilum) dihasilkan dalam daun pada proses fotosintesis tumbuhan hijau.
6.      Mengetahui apakah cahaya matahari diperlukan dalam proses fotosintesis.
7.      Menjelaskan hasil fotosintesis sebagai sumber energi dan penghasil oksigen.
8.      Mengetahui bahwa pada proses fotosintesis terbentuk gas oksigen (O2).
9.      Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis.
10.  Mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap laju fotosintesis.

B. Materi Pembelajaran
            Fotosintesis

C. Metode Pembelajaran
1.  Model     :   -  Direct Instruction(DI)
                                   -  Cooperative Learning
             2.  Metode   :    -  Diskusi kelompok
                           -  Eksperimen

D. Langkah-langkah Kegiatan

                                                             PERTEMUAN PERTAMA

a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
                     -   Bagaimana cara tumbuhan memperoleh makanan untuk pertumbuhannya?
     -   Dimanakah proses fotosintesis pada tumbuhan hijau itu terjadi?
l  Prasyarat pengetahuan:
      -   Apakah yang dimaksud dengan proses fotosintesis?
                    -   Apakah yang dimaksud dengan kloroplas?
l  Pra eksperimen:
   -   Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian fotosintesis.
l  Peserta didik memperhatikan sejarah penemuan proses fotosintesis oleh para ahli sains yang disampaikan oleh guru.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan bagian tumbuhan yang berperan dalam proses fotosintesis.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan tempat terjadinya proses fotosintesis.
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya tentang terjadinya proses fotosintesis.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menuliskan reaksi fotosintesis secara sederhana.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil gelas beker, pembakar spiritus, kaki tiga, kawat kasa, tabung reaksi, penjepit, kertas saring, larutan Iodium, alkohol, air, sehelai daun dari tanaman pot yang telah terpapar cahaya matahari selama beberapa jam, dan sehelai daun dari tanaman sejenis yang disimpan dalam keadaan gelap selama 2 hari.
l  Guru mempresentasikan langkah kerja untuk mengetahui apakah pati (amilum) dihasilkan dalam daun pada proses fotosintesis tumbuhan hijau
(Kegiatan 7.1 h.180-181).
l  Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
l  Guru memberi instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen secara berkelompok guna mengetahui cahaya matahari dan klorofil diperlukan dalam proses fotosintesis (Kegiatan 7.2 h.181-182 dan Kegiatan 7.3 h.182-183).
l  Peserta didik melakukan eksperimen dengan menggunakan kertas timah atau kertas alumunium, gelas beker, tabung reaksi, gunting, pembakar spiritus, kaki tiga, klip kertas, kawat kasa, tanaman dalam pot, tumbuhan yang memiliki daun beraneka ragam warnanya misalnya daun keladi hias, larutan alkohol, larutan Iodium, dan kertas saring.
l  Guru memeriksa kegiatan eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan kesimpulan dari hasil percobaan yang telah dilakukan.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c. Kegiatan Penutup
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.


PERTEMUAN KEDUA

                a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
       -   Apakah pada proses fotosintesis terbentuk gas oksigen?
       -   Apa saja yang diperlukan tumbuhan untuk “mengolah” makanannya?
l  Prasyarat pengetahuan:
       -   Apakah yang dihasilkan dari proses fotosintesis?
 -   Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi proses fotosintesis?
l  Pra eksperimen:
     -   Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan fotosintesis sebagai sumber energi dan penghasil oksigen. 
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan hasil dari fotosintesis
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan hasil fotosintesis.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil gelas beker yang berisi air, corong kaca, tabung reaksi, lampu, tumbuhan air Hydrilla sp., lidi, korek api, dan plastisin.
l  Guru mempresentasikan langkah kerja untuk mengetahui bahwa pada proses       fotosintesis terbentuk gas oksigen (Kegiatan 7.5 h.184).
l  Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis.
l  Guru memberi instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen kelompok guna mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap laju fotosintesis
 (Kegiatan 7.6 h.186).
l  Peserta didik melakukan eksperimen dengan menggunakan kertas timah atau kertas alumunium, gelas beker, tabung reaksi, gunting, pembakar spiritus, kaki tiga, klip kertas, kawat kasa, tanaman dalam pot, larutan alkohol, larutan Iodium, dan kertas saring.
l  Guru memeriksa kegiatan eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan kesimpulan dari hasil percobaan yang telah dilakukan.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

E. Sumber Belajar
 a. Buku IPA Biologi Jl.2 (Esis) halaman 175-190
 b. Lingkungan
 c. Alat dan bahan praktikum
        
F. Penilaian Hasil Belajar
            a. Teknik Penilaian:
  -  Tes tertulis
  -  Tes unjuk kerja            
            b. Bentuk Instrumen:
       -  Tes PG
-  Tes uraian
-  Uji petik kerja produk
            c. Contoh Instrumen:
-  Contoh tes PG
     Proses fotosintesis pada sel daun terjadi di dalam ....
      a.  kloroplas                       c.  inti sel
      b.  vakuola             d.  dinding sel
-  Contoh tes uraian
Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi laju fotosintesis? Jelaskan secara singkat.

                                                                                                ...............,...................
Mengetahui
Kepala SMP                                                                            Guru Mata Pelajaran



.........................                                                                       ..............................
NIP.                                                                                        NIP.










RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )


Sekolah             : SMP
Kelas                             : VIII (Delapan)
Mata Pelajaran            : IPA BIOLOGI

Standar Kompetensi
              2.   Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan.

Kompetensi Dasar
             2.3  Mengidentifikasi macam-macam gerak pada tumbuhan.

Indikator
   1.  Mendeskripsikan macam-macam gerak pada tumbuhan.
   2.  Menjelaskan perbedaan gerak tropisme dengan gerak nasti.

 A. Tujuan Pembelajaran
         Peserta didik dapat:
1.      Menjelaskan mekanisme gerak pada tumbuhan.
2.      Menjelaskan pengertian iritabilitas.
3.      Menyebutkan rangsangan yang mempengaruhi terjadinya gerak pada tumbuhan.
4.      Menjelaskan perbedaan gerak higroskopis dan gerak esionom.
5.      Menyebutkan contoh gerak higroskopis.
6.      Menyebutkan macam-macam gerak esionom.
7.      Menjelaskan pengertian gerak nasti.
8.      Menyebutkan contoh gerak nasti.
9.      Menjelaskan pengertian gerak tropisme.
10.  Menjelaskan perbedaan gerak tropisme positif dan gerak tropisme negatif.
11.  Menyebutkan contoh gerak tropisme.
12.  Menjelaskan pengertian gerak taksis.
13.  Menyebutkan contoh gerak taksis.
14.  Membuktikan apakah biji yang sedang berkecambah menanggapi rangsangan gravitasi bumi.

 B. Materi Pembelajaran
            Gerak pada Tumbuhan

C. Metode Pembelajaran
1 . Model     :   -  Direct Instruction (DI)
                                    -  Cooperative Learning
             2.  Metode   :   -   Diskusi kelompok
-   Eksperimen






D. Langkah-langkah Kegiatan

                                                             PERTEMUAN PERTAMA

a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
                     -   Pernahkah kalian memperhatikan pecahnya kulit kacang buncis yang telah tua?
     -   Apa yang terjadi jika kita menyentuh daun tumbuhan putri malu?
l  Prasyarat pengetahuan:
      -   Apa yang dimaksud dengan gerak higroskopis?
                    -   Apa yang dimaksud dengan gerak nasti?

b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) jalan-jalan ke halaman sekolah untuk mengamati berbagai macam gerak pada tumbuhan.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan mekanisme gerak pada tumbuhan.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan pengertian iritabilitas.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan rangsangan yang mempengaruhi terjadinya gerak pada tumbuhan.
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai perbedaan gerak higroskopis dan gerak esionom.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan contoh gerak higroskopis.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mengamati beberapa jenis tumbuhan untuk mengetahui gerak yang dilakukan akibat dari berbagai rangsangan yang diberikan.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan pengertian gerak nasti.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan contoh gerak nasti.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KEDUA

    a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
       -   Mengapa ujung batang tanaman labu membelok dan membelit?
       -   Mengapa sel sperma bergerak menuju sel telur pada peristiwa pembuahan?
l  Prasyarat pengetahuan:
       -   Apa yang dimaksud dengan gerak tropisme?
 -   Apa yang dimaksud dengan gerak taksis?
l  Pra eksperimen:
    -   Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mengelilingi halaman sekolah untuk mengamati berbagai macam gerak pada tumbuhan.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian gerak tropisme.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan gerak tropisme positif dan gerak tropisme negatif.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan contoh gerak tropisme positif dan gerak tropisme negatif.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mengamati gerak yang dilakukan oleh tumbuhan yang bersulur.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) diajak masuk ke ruang laboratorium untuk melaksanakan eksperimen.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan pengertian gerak taksis.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan contoh gerak taksis.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil cawan petri, gabus 1 lembar, jarum, akuarium kecil, tutup kaca, kotak kertas dengan ukuran lebih besar dari akuarium, kapas, biji kacang hijau yang sedang berkecambah 5 buah, dan air.
l  Guru mempresentasikan langkah kerja untuk membuktikan apakah biji yang sedang berkecambah menanggapi rangsangan gravitasi bumi (Kegiatan 8.1 h.196-197).
l  Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
l  Guru memeriksa kegiatan eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan kesimpulan dari hasil percobaan yang telah dilakukan.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

E. Sumber Belajar
 a. Buku IPA Biologi Jl.2 (Esis) halaman 191-200
 b. Lingkungan
 c. Alat dan bahan praktikum
        
F. Penilaian Hasil Belajar
            a. Teknik Penilaian:
 -  Tes tertulis
            b. Bentuk Instrumen:
      -  Tes PG
-  Tes isian
            c. Contoh Instrumen:
-  Contoh tes PG
   Tumbuhnya akar ke bawah merupakan gerak ....
a. geotropis                                          c. nasti
b. fototropis                                        d. tropis
 -  Contoh tes uraian
Buat tabel perbedaan antara gerak tropisme dan gerak nasti, kemudian beri masing-masing contohnya.


                                                                                                ...............,...................
Mengetahui
Kepala SMP                                                                            Guru Mata Pelajaran



.........................                                                                       ..............................
NIP.                                                                                        NIP.


























RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )


Sekolah             : SMP
Kelas                             : VIII (Delapan)
Mata Pelajaran            : IPA BIOLOGI

Standar Kompetensi
               2.   Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan.

Kompetensi Dasar
             2.4   Mengidentifikasi hama dan penyakit pada organ tumbuhan yang dijumpai dalam                                        kehidupan sehari-hari.

Indikator
1.      Menjelaskan perbedaan hama dan penyakit pada tanaman.
2.      Mendata contoh hama dan penyakit pada organ tumbuhan yang dijumpai dalam               kehidupan sehari-hari.

A. Tujuan Pembelajaran
         Peserta didik dapat:
1.      Menjelaskan pengertian hama.
2.      Menyebutkan jenis-jenis hama.
3.      Menjelaskan cara memberantas hama yang tepat.
4.      Menjelaskan pengertian penyakit tanaman.
5.      Menjelaskan cara penyebaran penyakit pada tanaman.
6.      Menyebutkan beberapa penyakit pada tanaman dan penyebabnya.
7.      Menjelaskan karakteristik beberapa penyakit pada tanaman.

 B. Materi Pembelajaran
            Hama dan Penyakit pada Tumbuhan

C. Metode Pembelajaran
1.  Model   :   -  Direct Instruction(DI)
                                    -  Cooperative Learning
            2.  Metode   :  -   Diskusi kelompok
                                    -   Observasi

D. Langkah-langkah Kegiatan


                                                             PERTEMUAN PERTAMA

a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
                     -  Pernahkah kalian mendengar, bahwa petani sering gagal panen akibat                                            tanamannya terserang hama?
     -   ernahkah kalian mendengar penyakit rebah kecambah?

l  Prasyarat pengetahuan:
      -  Apa yang dimaksud dengan hama?
      -  Apa yang dimaksud dengan penyakit rebah kecambah? 

b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mengelilingi halaman sekolah untuk mengamati berbagai macam tanaman.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian hama.
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai jenis-jenis hama (hama tanaman terdiri dari hewan mamalia, serangga, dan burung).
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan contoh-contoh hama.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mengamati beberapa jenis tanaman untuk mengetahui terserang hama atau tidak.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan cara memberantas hama yang tepat.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian penyakit tanaman.
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai penyebaran penyakit pada tanaman (melalui angin, air, dan serangga).
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan penyakit pada tanaman dan penyebabnya.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Guru menjelaskan karakteristik beberapa penyakit pada tanaman.
l  Peserta didik memperhatikan tayangan video tentang contoh-contoh hama dan penyakit pada tanaman yang telah dipersiapkan oleh guru.

c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

E. Sumber Belajar
a. Buku IPA Biologi Jl.2 (Esis) halaman 166-174
 b. Video tentang contoh-contoh hama dan penyakit pada tanaman
       c. Lingkungan
        
F. Penilaian Hasil Belajar
             a. Teknik Penilaian:
   -  Tes tertulis
   -  Penugasan
             b. Bentuk Instrumen:
     -  Tes uraian
     -  Tugas proyek
           
             c. Contoh Instrumen:
 -  Contoh tes uraian       
        Apa perbedaan antara hama dan penyakit tanaman? Berikan contohnya.
 -  Contoh tugas proyek
Lakukanlah wawancara dengan nara sumber (petani) tentang hama dan penyakit  pada tanaman. Kemudian buatlah laporannya dalam bentuk tertulis.
                                                                        ...............,.................
Mengetahui
Kepala SMP                                                                           Guru Mata Pelajaran



.........................                                                                       ..............................
NIP.                                                                                        NIP.




Silabus


Sekolah                   : SMP ..............................
Kelas                       : VIII (Delapan)
Mata Pelajaran         : IPA BIOLOGI

Standar Kompetensi : 1.Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia

Kompetensi Dasar
Materi Pokok/
Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran
Indikator
Penilaian
Alokasi
Waktu
Sumber  Belajar
Teknik
Bentuk
Instrumen
Contoh Instrumen

1.1  Menganalisis pentingnya pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup


Pertumbuhan dan Perkembangan

·          Melakukan studi pustaka untuk mendapatkan informasi tentang konsep pertumbuhan dan perkembangan.

·          Mencari informasi melalui nara sumber (ahli tumbuhan, ahli peternakan, petani, peternak) tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup.

·          Mengamati melalui gambar atau video proses metamorfosis dan metagenesis.

·          Melakukan percobaan pertumbuhan pada macam-macam tumbuhan berdasarkan titik tumbuhnya.


·       Menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup.

·       Menyimpulkan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup.



·       Membandingkan metamorfosis dan metagenesis.



Tes tertulis




Tes tertulis






Tes tertulis




Tes uraian




Tes uraian






Tes isian




Tuliskan 4 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup.

Deskripsikan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup.




Pergiliran keturunan antara fase aseksual dan fase seksual secara bergantian pada makhluk hidup
disebut ....


4 × 40’

Buku IPA Biologi 2 Esis hlm. 1-21, carta metamorfosis dan metagenesis, video pertumbuhan dan perkembangan.

1.2 Mendeskripsikan tahapan perkembangan manusia


Pertumbuhan dan Perkembangan pada Manusia

·          Melihat gambar dan/ atau tayangan perkembangan manusia.


·          Mengkaji pustaka tentang karakteristik setiap tahapan perkembangan manusia.

·       Mendeskripsikan tahapan perkembangan manusia mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dan dewasa.

·       Membedakan ciri anak-anak dan remaja.

Tes tertulis




Tes tertulis

Tes isian




Tes uraian

Setelah terjadi pembuahan ovum oleh sperma, zigot akan tumbuh menjadi ....


Jelaskan ciri-ciri seks sekunder pada remaja perempuan yang mengalami masa pubertas.

2 × 40’

Buku IPA Biologi 2 Esis hlm.22-34, carta, dan video perkembangan manusia

1.3  Mendeskripsikan sistem gerak pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan




Sistem Gerak

·          Mengidentifikasi macam organ penyusun sistem gerak pada manusia.




·          Studi pustaka tentang anatomi dan fungsi tulang, otot, dan sendi.







·          Studi pustaka dan/ atau melihat tayangan video tentang kelainan dan penyakit yang berkaitan dengan tulang dan otot.

·       Membandingkan macam organ penyusun sistem gerak pada manusia.




·       Membedakan fungsi tulang rawan, tulang keras, otot, dan sendi sebagai penyusun rangka tubuh.

·       Mengidentifikasi macam sendi dan fungsinya.


·       Mendata contoh kelainan dan penyakit yang berkaitan dengan tulang dan otot yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya.


Tes tertulis






Tes tertulis




Tes unjuk kerja


Penugasan

Tes PG






Tes isian




Tes identifikasi


Tugas rumah

Tulang rusuk melayang berjumlah....
a. dua pasang          
b. tiga pasang          
c. empat pasang
d. lima pasang

Hubungan antartulang yang dapat menimbulkan gerakan bebas disebut.......


Isilah tabel berikut yang memuat macam sendi, arah gerakan, dan contohnya.

Buatlah kliping yang menarik mengenai berbagai kelainan dan penyakit pada tulang. Berilah keterangan atau komentarmu mengenai setiap gambar di dalam kliping tersebut. Kalian dapat mencari sumber gambar atau artikel  dari majalah, koran, atau internet, kemudian kumpulkan ke guru.


4 × 40’

Buku IPA Biologi 2 Esis hlm. 35-62, video sistem gerak, dan carta sistem gerak.

1.5  Mendeskripsikan sistem pernapasan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan


Sistem Pernapasan

·          Mengidentifikasi macam organ penyusun sistem pernapasan pada manusia.


·          Melihat gambar dan/ atau video tentang proses ekspirasi dan inspirasi pada proses pernapasan.

·          Studi pustaka dan/ atau melihat tayangan video tentang kelainan dan penyakit  yang berkaitan dengan sistem pernapasan.


·       Membandingkan macam organ penyusun sistem pernapasan pada manusia.


·       Membandingkan proses inspirasi dan ekspirasi pada proses pernapasan.

·       Mendata contoh kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan  yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya.


Tes tertulis




Tes tertulis



Penugasan

Tes PG




Tes uraian



Tugas rumah

Pertukaran udara secara difusi dilakukan pada ....
a. alveolus      c. bronkus
b. trakea          d. pulmo

Buatlah tabel yang menjelaskan perbedaan proses inspirasi dengan ekspirasi.

Buatlah sebuah artikel mading berwarna tentang flu burung dengan 3 orang teman kalian. Jelaskan selengkap-lengkapnya tentang penyakit tersebut

4 × 40’

Buku IPA Biologi 2 Esis hlm. 99-118, carta dan video sistem pernapasan, alat dan bahan praktikum

1.6   Mendeskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan


Sistem Peredaran Darah

·          Mengidentifikasi macam organ penyusun sistem peredaran darah pada manusia.

·          Studi pustaka fungsi jantung, pembuluh darah, dan darah.

·          Melihat carta dan/atau tayangan tentang peredaran darah manusia.









·          Studi pustaka dan/ atau melihat tayangan video tentang kelainan dan penyakit yang berkaitan dengan sistem peredaran darah.

·       Membandingkan macam organ penyusun sistem peredaran darah pada manusia.





·       Menjelaskan fungsi jantung, fungsi pembuluh darah, dan darah dalam sistem peredaran darah.







·       Mendata contoh penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran darah yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.


Tes tertulis







Tes tertulis




Penugasan





Tes tertulis

Tes PG







Tes uraian




Tugas rumah





Tes uraian

Bagian darah yang berfungsi menjaga tubuh dari infeksi penyalit
adalah ....
a. sel darah merah
b. sel darah putih
c. keping-keping darah
d. plasma darah

Apa perbedaan antara pembuluh nadi dan pembuluh balik?              



Buatlah sebuah poster berwarna mengenai jantung berukuran 50 cm x 40 cm dan tempelkan di mading.



Berikan 3 contoh penyakit yang berhubungan dengan sistem pernapasan dan jelaskan bagaimana cara mengatasinya


4 × 40’

Buku IPA Biologi 2 Esis hlm. 119-140, video sistem peredaran darah dan carta sistem peredaran darah




Standar Kompetensi : 2. Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan

Kompetensi Dasar
Materi Pokok/
Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran
Indikator
Penilaian
Alokasi
Waktu
Sumber  Belajar
Teknik
Bentuk
Instrumen
Contoh Instrumen

2.1  Mengidentifikasi struktur dan fungsi jaringan  tumbuhan



Struktur dan Fungsi Tubuh Tumbuhan

·          Mengamati struktur jaringan pada tumbuhan dengan menggunakan mikroskop.



·          Mengidentifikasi letak epidermis, kortek, dan stele dengan menggunakan carta struktur tubuh tumbuhan.


·          Menjelaskan struktur dan fungsi jaringan di akar, batang dan daun.



·          Menunjukkan letak epidermis, korteks, dan stele pada tumbuhan.

·          Menjelaskan fungsi jaringan tertentu yang dijumpai pada tubuh tumbuhan.


Tes tertulis





Tes Unjuk kerja


Tes tertulis

Tes PG





Uji petik kerja produk


Tes uraian

Keluar masuknya O2 dan CO2 pada batang  tumbuhan terjadi
di ....
a. lenti sel           c. epidermis
b. stomata           d. xilem

Eksperimen untuk melihat jaringan pengangkut pada batang (Kegiatan 6.2).

Jelaskan cara penyerapan air dan mineral dari dalam tanah oleh rambut-rambut akar tumbuhan.

4 × 40’

Buku IPA Biologi 2 Esis hlm. 141-165 carta struktur tubuh tumbuhan dan alat serta bahan praktikum

2.2  Mendeskripsikan proses perolehan nutrisi dan transformasi energi pada tumbuhan hijau

Fotosintesis

·         Studi pustaka untuk merumuskan tentang konsep fotosintesis dan transformasi energi.

·         Melakukan percobaan proses fotosintesis.





·         Mencari informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis.


·          Menunjukkan bagian daun yang berperan dalam fotosintesis.


·          Melakukan dan membuat laporan hasil percobaan fotosintesis.



·          Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis.

Tes tertulis




Tes unjuk kerja




Tes tertulis

Tes PG




Uji petik kerja produk




Tes uraian

Proses fotosintesis pada sel daun terjadi di dalam ....
a. kloroplas            c. inti sel
b. vakuola              d. dinding sel

Eksperimen guna mengetahui cahaya matahari dan klorofil diperlukan dalam proses fotosintesis (Kegiatan 7.2dan Kegiatan 7.3).

Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi laju fotosintesis? Jelaskan secara singkat.

4 × 40’

Buku IPA Biologi 2 Esis hlm. 175-190, lingkungan, alat dan bahan praktikum

2.3  Mengidentifikasi  macam-macam gerak pada tumbuhan

Gerak Tumbuhan

·          Studi pustaka untuk merumuskan macam-macam gerak pada tumbuhan.


·          Mengidentifikasi berbagai macam gerak pada tumbuhan di sekitar lingkungan.



·          Melakukan percobaan gerak tropisme dan nasti.


·          Mendeskripsikan macam-macam gerak pada tumbuhan.



·          Menjelaskan perbedaan gerak tropisme dengan gerak nasti.


Tes tertulis




Tes tertulis





Tes unjuk kerja


Tes PG




Tes isian





Uji petik kerja produk


Tumbuhnya akar ke bawah merupakan gerak ....
a. geotropis      c. nasti
b. pototropis     d. tropis

Buat tabel perbedaan antara gerak tropisme dan gerak nasti, kemudian beri masing-masing contohnya.



Eksperimen membuktikan apakah biji yang sedang berkecambah menanggapi rangsangan gravitasi bumi (Kegiatan 8.1).

4 × 40’

Buku IPA Biologi 2 Esis hlm. 191-200, lingkungan, alat dan bahan praktikum

2.4  Mengidentifikasi hama dan penyakit pada organ tumbuhan yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari

Hama dan Penyakit pada Tumbuhan

·         Studi pustaka untuk merumuskan konsep hama dan penyakit.


·         Melihat carta, gambar dan/atau tayangan video tentang contoh-contoh hama dan penyakit pada tumbuhan.

·          Menjelaskan perbedaan hama dan penyakit pada tanaman.


·          Mendata contoh hama dan penyakit pada organ tumbuhan yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.


Tes tertulis



Penugasan

Tes uraian



Tugas proyek

Apa perbedaan antara hama dan penyakit tanaman? Berikan contohnya.

Lakukanlah wawancara dengan nara sumber (petani) tentang hama dan penyakit  pada tanaman. Kemudian buatlah laporannya dalam bentuk tertulis.


2 × 40’

Buku IPA Biologi 2 Esis hlm. 1, lingkungan, video tentang contoh-contoh hama dan penyakit pada tanaman

.

............................................................

Mengetahui                                                                                                                                                     
Kepala SMP ............                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Guru Mata Pelajaran




..............................................                                                                                                                                                                                                                                                  ..............................................
NIP                                                                                                                                                                                                                                                          NIP

0 komentar:

Poskan Komentar

Daftar Blog Saya

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More